Pencarian

15.000 Slankers Padati GOR Satria Purwokerto, Penonton dari 4 Kabupaten hingga Lampung Hadir

Senin, 31 Agustus 2026 • 20:48:15 WIB
15.000 Slankers Padati GOR Satria Purwokerto, Penonton dari 4 Kabupaten hingga Lampung Hadir
Ribuan Slankers memadati GOR Satria Purwokerto pada Minggu (30/8/2026) untuk menyaksikan konser Slank.

PURWOKERTO — Gerbang GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, sejak sore Minggu (30/8/2026) sudah dipadati ribuan orang berbaju hitam dengan atribut khas Slank. Mereka datang dari Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Cilacap, hingga luar Jawa Tengah seperti Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, bahkan Lampung. Bendera daerah masing-masing tampak berkibar di antara lautan penonton.

Perputaran Uang Malam Itu: UMKM hingga Slankerspreneur

Keramaian ini bukan sekadar panggung musik. Pedagang kaki lima di sekitar GOR Satria kebanjiran pembeli sejak siang. Di dalam venue, puluhan stan UMKM lokal dan Slankerspreneur menjual makanan, minuman, fesyen, kerajinan, serta merchandise resmi.

Owner HS Muhammad Suryo menyebut konser ini memang dirancang agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama melalui pengembangan ekonomi kreatif dan wirausaha.

"Kami ingin acara ini tidak hanya menghibur, tapi juga menggerakkan ekonomi warga sekitar," ujarnya.

Sepuluh Kota, Satu Babak Silaturahmi

Purwokerto menjadi kota kesembilan setelah Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lampung, Malang, Palembang, dan Bandung. Tur ini sengaja menyasar kota-kota yang jarang disinggahi Slank dalam beberapa tahun terakhir.

Vokalis Kaka menyebut rangkaian tur ini sebagai ajang silaturahmi dengan Slankers yang sudah lama tidak dikunjungi. "Hampir satu tahun ini kita keliling silaturahmi ke tempat-tempat yang sudah lama nggak kita datangi," kata Kaka dari atas panggung.

Di setiap kota, HS menggandeng musisi lokal sebagai "local hero". Di Purwokerto, panggung pembuka diisi Polkadots, Afterskema, Karnamereka, Preman Disco, FSTVLST, dan Souljah.

Kritik Sosial di Tengah Lagu Lawas

Slank tampil sebagai penutup mulai pukul 22.00 hingga 23.30 WIB dengan formasi lengkap: Abdee, Bimbim, Ivanka, Kaka, dan Ridho. Lagu-lagu populer seperti Terlalu Manis, Ku Tak Bisa, Orkes Sakit Hati, Mawar Merah, dan Virus dibawakan bergantian.

Momen paling mengharu biru terjadi saat lagu Poppies Lane Memory dari album Tujuh (1998) dimainkan. Ribuan penonton serentak bernyanyi tanpa henti.

Tak hanya nostalgia, Slank juga menyelipkan kritik sosial lewat lagu anyar berjudul Rakus dan Republik Fufufafa.

Bimbim mengungkapkan kolaborasi Slank dengan HS bermula dari pertemuannya dengan Muhammad Suryo di Potlot sekitar setahun lalu. Kerja sama ini, kata dia, diarahkan untuk menggabungkan musik dengan pemberdayaan ekonomi lokal.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyebut konser ini sebagai gebrakan besar HS di Purwokerto. "Ini membuktikan Purwokerto mampu menjadi tuan rumah acara berskala nasional," ujarnya.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks