BOYOLALI — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menegaskan bahwa rangkaian penutupan HUT ke-81 Jateng di Boyolali menjadi wujud nyata kolaborasi antar-elemen masyarakat. Kegiatan yang mengusung tema "Jawa Tengah Wolung Pulo Siji, Gumregut Nyawiji" ini dirancang untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Menurut Sumarno, tema tersebut memiliki makna mendalam. "Gumregut berarti bersemangat, sedangkan nyawiji berarti menyatu. Jadi kita berkolaborasi, gumregut itulah bersemangat, nyawiji kita menyatu," katanya seusai mengikuti Friendship Run.
Sport Tourism Jadi Pintu Masuk Ekonomi Baru
Friendship Run 5K di Boyolali menjadi salah satu rangkaian menuju Bank Jateng Borobudur Marathon yang dijadwalkan berlangsung pada 15 November 2026. Sekitar 1.000 peserta memadati rute sepanjang 5 kilometer di kota susu tersebut.
Sumarno menilai event olahraga bukan sekadar ajang hidup sehat, melainkan strategi pengembangan sport tourism di Jawa Tengah. "Kegiatan olahraga mampu mendatangkan masyarakat dari luar daerah. Kehadiran mereka kemudian dapat memberikan dampak terhadap sektor kuliner, perdagangan, hingga pariwisata," jelasnya.
Boyolali dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, mulai dari kuliner, produk susu, hingga wisata alam di kawasan lereng Merapi-Merbabu. Pengembangan olahraga berbasis alam seperti trail run disebut bisa menjadi strategi tambahan memperkuat sport tourism.
4.500 Porsi Soto Boyolali dan Sego Tumpang Gratis
Penutupan HUT ke-81 Jateng juga menjadi ruang promosi potensi kuliner lokal. Sebanyak 4.500 porsi Soto Boyolali dan sego tumpang disediakan gratis bagi masyarakat yang hadir.
"Ini bagian kita mempromosikan kuliner-kuliner di Boyolali," ujar Sumarno. Selain kuliner, kegiatan juga diisi Gerakan Pangan Murah (GPM), pameran UMKM, senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, serta hiburan rakyat.
Bank Jateng Beri Booth Gratis untuk 10 UMKM
Dukungan terhadap pelaku usaha lokal datang dari Bank Jateng. Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng Anna Kusumarita mengatakan, pihaknya menghadirkan 10 UMKM yang telah melalui proses seleksi dan kurasi.
Para pelaku UMKM mendapatkan booth secara gratis sehingga dapat memasarkan produk sekaligus bertemu langsung dengan ribuan masyarakat yang hadir. "Dengan adanya event seperti ini, kami berharap UMKM bisa mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan masyarakat semakin terbiasa menggunakan transaksi digital," kata Anna.
Menurutnya, event berskala besar dapat menciptakan perputaran uang secara langsung di tengah masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai transaksi digital bagi pelaku usaha dan pengunjung.
Peserta Unik: Lari 5K Sambil Membawa Hasil Kebun
Antusiasme warga terlihat dari kreativitas peserta Friendship Run. Zida Haskaria, salah satu peserta, mengikuti lari 5 kilometer dengan mengenakan kostum petani sambil membawa pisang, daun singkong, singkong, telur, dan berbagai ubi-ubian.
"Saya dari Boyolali bagian utara yang rata-rata mayoritas adalah petani. Jadi ini hasil kebunnya saya bawa," ungkap Zida. Hasil kebun tersebut sengaja dibawa sebagai bentuk representasi kehidupan masyarakat di wilayah tempat tinggalnya.
Meski membawa berbagai hasil bumi, Zida tetap mampu menyelesaikan rute 5 kilometer dengan waktu sekitar 45 menit. "Untuk event-nya ini seru, rutenya juga asyik. Lima kilo itu terasa bahagia, enggak begitu capek karena enggak ada tanjakan cintanya," ujarnya.