REMBANG — Peristiwa kebakaran menghanguskan sebuah kandang ayam di Dukuh Ngumpleng, Desa Waru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada Jumat pagi. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim, mengonfirmasi sebanyak 35.000 ekor ayam yang baru berusia 14 hari mati terbakar.
Kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar. Laporan pertama kali diterima petugas pada pukul 03.45 WIB dari pemilik kandang, Sutrini (55), dan tim pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 04.04 WIB.
Diduga Korsleting pada Blower Sirkulasi Udara
Berdasarkan asesmen sementara di lapangan, api diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek listrik pada alat pengatur sirkulasi udara atau blower di area kandang. Proses pemadaman berlangsung sekitar empat jam dan baru dinyatakan selesai pada pukul 07.58 WIB.
"Pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dikarenakan salah satu material yang terbakar merupakan tumpukan sekam padi yang tebal, sehingga petugas harus melakukan penyisiran ekstra untuk memastikan tidak ada bara api tersisa," kata Luthfi saat dihubungi pada Jumat.
Armada Besar Dikerahkan untuk Padamkan Api
Tim gabungan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran, tiga unit tangki suplai Damkar, serta satu unit tangki suplai BPBD untuk menjinakkan kobaran api. Pasokan air dialirkan dari tandon air di lokasi kejadian yang memiliki kapasitas 105.000 liter.
Personel yang terlibat berasal dari Bidang Damkar BPBD Rembang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Bidang KLRR BPBD, penyuluh lapangan PT Ciomas Adisatwa (Japfa Group), serta karyawan setempat. Setelah area dinyatakan steril, petugas juga memberikan edukasi pencegahan kebakaran kepada pengelola kandang sebelum kembali ke posko pada pukul 08.19 WIB.