BANYUMAS — Dua murid MIN 1 Banyumas menempuh tahap akhir persiapan menuju Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Simulasi digelar di Laboratorium Komputer madrasah pada Kamis (27/08), sehari sebelum kompetisi resmi dimulai.
Kedua peserta yang akan berlaga adalah Ariqa Rania Dafitanizza dan Afra Ufaira Absana Umar. Dalam simulasi ini, mereka berlatih mengerjakan soal dengan sistem daring, mulai dari memahami tata cara pengerjaan, mengoperasikan perangkat, hingga manajemen waktu selama ujian berlangsung.
Fokus pada Kesiapan Teknis dan Mental
Simulasi tidak hanya bertujuan mengukur kemampuan akademik. Kegiatan ini dirancang untuk membiasakan peserta dengan mekanisme lomba sehingga tidak terjadi kendala teknis saat hari-H.
Kepala MIN 1 Banyumas, H. Mahruri, S.H.I., M.Pd.I., menegaskan dukungan penuh madrasah kepada kedua siswinya. “Kami memberikan dukungan penuh kepada Rania dan Afra yang akan mewakili MIN 1 Banyumas dalam OBA tingkat Provinsi Jawa Tengah. Simulasi ini sangat penting untuk memastikan kesiapan mereka, baik dari sisi penguasaan materi maupun kesiapan teknis,” ujarnya.
Menurut H. Mahruri, keikutsertaan di ajang provinsi merupakan pengalaman berharga yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir. “Apapun hasilnya nanti, pengalaman mengikuti kompetisi tingkat provinsi merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Semoga anak-anak dapat menikmati prosesnya, berusaha maksimal, dan membawa nama baik madrasah,” tambahnya.
Penguatan Mental Sebelum Bertanding
Pembimbing OBA MIN 1 Banyumas, Abdillah Faruq, menjelaskan bahwa persiapan tidak berhenti pada penguasaan materi. Latihan soal memang penting, tetapi pengendalian rasa gugup juga menjadi perhatian utama.
“Simulasi ini kami lakukan untuk memastikan Rania dan Afra benar-benar siap menghadapi lomba besok. Kami mengecek kesiapan perangkat, memahami alur pelaksanaan, sekaligus melatih mereka agar terbiasa mengerjakan soal dengan sistem yang akan digunakan dalam kompetisi,” jelas Abdillah Faruq.
Ia menambahkan, “Kami berharap setelah simulasi ini anak-anak semakin percaya diri. Mereka sudah berlatih dan mempersiapkan diri, sehingga besok tinggal fokus, membaca soal dengan teliti, mengatur waktu, dan mengeluarkan kemampuan terbaik.”
Pengakuan Peserta: Sempat Tegang, Kini Lebih Siap
Afra Ufaira Absana Umar mengaku sempat merasakan ketegangan sebelum mencoba simulasi. Namun, setelah merasakan langsung alur pengerjaan soal berbasis komputer, rasa percaya dirinya meningkat.
“Saya senang bisa mengikuti simulasi hari ini. Dengan simulasi, saya jadi lebih tahu bagaimana cara mengerjakan lombanya dan menggunakan komputer saat perlombaan. Awalnya sedikit tegang, tetapi setelah mencoba saya menjadi lebih percaya diri,” tutur Afra.
Ia bertekad tampil maksimal pada lomba Jumat besok. “Untuk lomba besok saya akan berusaha tenang, membaca soal dengan teliti, mengatur waktu, dan mengerjakan semampu saya. Saya juga mohon doa dari guru, orang tua, dan teman-teman agar bisa mengikuti lomba dengan lancar,” ujarnya.
Rekannya, Ariqa Rania Dafitanniza, juga mengikuti simulasi dengan kesungguhan penuh. Keduanya dijadwalkan berlaga pada Jumat, 28 Agustus 2026, dengan dukungan penuh dari keluarga besar MIN 1 Banyumas.