Pencarian

APBN Kaltim Tembus Rp15 Triliun hingga Mei, Tol IKN hingga KUR Jadi Motor Utama

Senin, 29 Juni 2026 • 19:57:01 WIB
APBN Kaltim Tembus Rp15 Triliun hingga Mei, Tol IKN hingga KUR Jadi Motor Utama
Realisasi APBN Kaltim hingga Mei 2026 mencapai Rp15 triliun dengan belanja modal sebagai pendorong utama.

JAWA TENGAH — Dari total realisasi tersebut, belanja pemerintah pusat mencapai Rp6,2 triliun atau 34,99 persen dari pagu. Komponen terbesarnya berasal dari belanja modal yang telah terealisasi Rp3,16 triliun. Sebagian besar dana itu digunakan untuk pembangunan jalan tol yang menjadi bagian dari infrastruktur pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN).

Belanja Pegawai dan Barang, serta Transfer ke Daerah

Realisasi belanja pegawai mencapai Rp2,03 triliun atau 44,86 persen dari pagu, sementara belanja barang terealisasi Rp998,78 miliar atau 26,43 persen dari alokasi. Di sisi lain, penyaluran transfer ke daerah hingga akhir Mei mencapai Rp8,82 triliun atau 39,96 persen dari pagu.

Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp5,07 triliun atau 43,93 persen. Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tersalurkan Rp2,72 miliar atau 11,04 persen, sedangkan DAK nonfisik mencapai Rp1,19 triliun atau 44,26 persen dari pagu masing-masing. Namun, Dana Bagi Hasil (DBH) tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan realisasi Rp2,44 triliun atau 32,41 persen dari pagu.

Dana Desa dan KUR: APBN untuk Ekonomi Kerakyatan

Pemerintah telah menyalurkan dana desa sebesar Rp106,24 miliar atau 39,97 persen dari total alokasi. Tak hanya untuk belanja pemerintah dan transfer daerah, APBN juga mengalir ke sektor usaha masyarakat. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Timur hingga Mei 2026 mencapai Rp2,05 triliun kepada 23.902 debitur. Sementara pembiayaan usaha mikro terealisasi Rp28,67 miliar yang disalurkan kepada 4.323 debitur.

Tjahjo menilai capaian tersebut menunjukkan peran APBN yang tidak hanya menopang pembangunan infrastruktur strategis, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. "Secara keseluruhan, kinerja fiskal Kaltim hingga Mei 2026 menunjukkan performa yang solid, menggambarkan komitmen belanja negara yang efektif untuk mengawal pembangunan infrastruktur strategis dan memperkokoh ekonomi kerakyatan melalui penyaluran modal usaha," katanya dalam keterangan resmi, Senin (29/6).

Proyeksi dan Dampak ke Depan

Ia menambahkan realisasi anggaran tersebut mencerminkan peran APBN dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembangunan, transfer fiskal, dan dukungan permodalan bagi pelaku usaha. Dengan pagu yang masih tersisa sekitar Rp24,79 triliun, pemerintah daerah dan pusat diharapkan terus mengakselerasi penyerapan anggaran pada semester kedua 2026.

Bagikan
Sumber: eksposkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks