KUDUS — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan langsung BLT DBHCHT kepada lima pekerja PT Djarum di Brak Karangbener, Kabupaten Kudus, Senin (29/6/2026). Bantuan sebesar Rp600 ribu per penerima itu merupakan alokasi untuk dua bulan, yakni Mei dan Juni 2026.
Penyaluran Sudah Terserap 56,84 Persen
Hingga Senin pagi, sebanyak 48.313 pekerja telah menerima bantuan dengan total nilai Rp28,9 miliar. Angka itu setara 56,84 persen dari total anggaran Rp51 miliar yang dialokasikan untuk 85.000 penerima.
Penyaluran berlangsung sejak 23 Juni hingga 8 Juli 2026 bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Kabupaten Kudus menjadi daerah dengan penerima terbanyak, yakni 26.565 pekerja dengan total bantuan sekitar Rp15,9 miliar. Dari jumlah itu, 5.069 penerima merupakan pekerja PT Djarum.
Sasaran: Buruh Pabrik, Petani Tembakau, dan Petani Cengkeh
Ahmad Luthfi menjelaskan, program ini diprioritaskan bagi pekerja yang terlibat langsung dalam rantai produksi industri hasil tembakau. "Saya berikan langsung, saya cek masyarakat kita senang sekali. Ini merupakan sektor padat karya karena banyak ibu-ibu yang bekerja sebagai pelinting rokok," ujarnya.
Bantuan tersebut, kata dia, menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga daya beli para pekerja. "Ini untuk meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat. Bisa untuk membeli kebutuhan pangan maupun kebutuhan sekolah anak," tegasnya.
Dua Daerah Tak Dapat Alokasi dari Provinsi
Secara keseluruhan, BLT DBHCHT Tahun 2026 menyasar 85.000 penerima yang tersebar di 136 kecamatan dan 663 desa/kelurahan. Namun, Kota Tegal dan Kabupaten Pekalongan tidak memperoleh alokasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena kebutuhan penerima di kedua daerah tersebut telah dipenuhi melalui anggaran pemerintah daerah masing-masing.
Harapan Pekerja: Bantuan untuk Kebutuhan Pokok dan Sekolah Anak
Wiwin Winarni, pekerja PT Djarum asal Trengguli, Kabupaten Demak, mengaku bantuan itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. "Semoga tahun depan bisa seperti tahun kemarin. Tahun kemarin dapat dua kali. Tahun ini sekali Rp600 ribu," katanya.
Siti Zulaikah, pekerja bagian pengepakan PT Djarum asal Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, mengatakan bantuan akan dipakai untuk membeli perlengkapan sekolah kedua anaknya. "Ini nanti buat beli sepatu, tas, dan kebutuhan sekolah anak. Harapannya tahun depan dapat lagi seperti tahun kemarin," ujar perempuan yang telah bekerja selama 26 tahun itu.