JAWA TENGAH — Pada Selasa (23/6), tiga pengiriman jagung dari wilayah hukum Polres Batu Bara tiba di Gudang Bulog Asahan dalam waktu yang hampir bersamaan. Pengiriman pertama datang dari Polsek Lima Puluh, didampingi langsung Kapolsek setempat. Hasil timbangan menunjukkan 1,002 ton jagung dengan kadar air 13,5 persen tiba pada pukul 17.00 WIB.
Tak berselang lama, kiriman dari Polsek Medang Deras juga masuk. Dipimpin Kapolsek Medang Deras, sebanyak 1,272 ton jagung dengan kadar air 13 persen tiba lebih dulu pada pukul 16.00 WIB. Sementara itu, Polsek Air Putih yang diwakili Kanit Binmas Ipda J. Nainggolan mengirimkan 1,016 ton jagung berkadar air 13,5 persen pada jam yang sama.
Petani Dapat Kepastian Pasar
Pendistribusian ini bukan sekadar seremonial. Bagi petani jagung di Batu Bara, kehadiran Bulog sebagai pembeli memberikan kepastian pasar dan harga. Selama ini, petani kerap kesulitan menjual hasil panen saat harga anjlok atau tengkulak tak datang. Kemitraan dengan Bulog memutus rantai ketidakpastian itu.
Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson H.H. Nainggolan menyatakan pihaknya akan terus mendampingi petani melalui pengawasan program ketahanan pangan. "Kami ingin produktivitas pertanian meningkat dan swasembada pangan nasional terwujud," ujarnya dalam keterangan resmi.
Angka Capaian Hingga Pertengahan 2026
Berdasarkan data yang dihimpun Polres Batu Bara, total distribusi jagung dari kelompok tani binaan ke Bulog Asahan sejak Januari hingga 23 Juni 2026 mencapai 274,182 ton. Angka ini menunjukkan konsistensi pendampingan yang dilakukan jajaran kepolisian di tingkat desa.
Sinergi antara Polri, kelompok tani, pemerintah daerah, dan Bulog diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya jaminan serapan hasil panen, petani bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi.