JAWA TENGAH — Di tengah hamparan lahan yang tengah musim panen, Kapolsek Malausma IPDA Riyana berdialog langsung dengan para petani jagung di Desa Werasari. Jagung yang baru dipanen tampak dijemur di bawah terik matahari untuk proses pengeringan. Momen ini dimanfaatkan aparat kepolisian untuk menyampaikan arahan soal rantai distribusi hasil bumi.
Jual ke Bulog, Petani Dapat Harga Pasti
Dalam perbincangan yang berlangsung santai, IPDA Riyana mendorong agar jagung yang sudah kering segera dijual ke Bulog. Menurutnya, jalur resmi ini bisa melindungi petani dari permainan tengkulak yang kerap menekan harga di tingkat lapangan.
“Kami ingin hasil panen bapak-bapak terserap dengan harga yang wajar. Bulog punya mekanisme pembelian yang teratur, jadi petani tidak perlu khawatir harga jatuh,” ujar IPDA Riyana di lokasi.
Dukungan untuk Program Ketahanan Pangan Nasional
Kegiatan sambang ini bukan sekadar seremoni. Bhabinkamtibmas Bripka Endan Hamdan yang mendampingi Kapolsek menjelaskan, kehadiran polisi di tengah petani adalah bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan menjual ke Bulog, hasil pertanian bisa didistribusikan secara lebih adil ke berbagai daerah yang membutuhkan.
“Kami ingin petani di Malausma semakin sejahtera. Kalau harga stabil, mereka bisa terus menanam tanpa khawatir rugi,” tambah Bripka Endan Hamdan.
Harapan ke Depan: Pertanian Maju, Petani Sejahtera
Kapolsek Malausma berharap kerja sama antara Polri dan petani terus terjalin erat. Ia menilai, sinergi ini penting untuk mendorong praktik pertanian yang lebih produktif dan terintegrasi dengan program pemerintah.
“Kami tidak hanya hadir saat ada masalah. Ke depan, Polsek Malausma akan terus mendampingi petani, agar hasil bumi kita bisa bersaing dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkas IPDA Riyana.