Dalam tur eksklusif yang digelar setelah ajang Computex 2026, Lexar memperlihatkan bagaimana mereka membangun setiap unit penyimpanan secara presisi di tengah krisis harga RAM global. "Yang kami lihat bukan sekadar gangguan jangka pendek, tapi pergeseran struktural yang didorong oleh AI," ujar Van Baer, General Manager Lexar untuk kawasan Amerika Utara, kepada rombongan media.
Setiap Chip Diuji, Bukan Sekadar Sampel
Tidak seperti praktik industri yang hanya menguji sampel acak dari satu batch produksi, Lexar memeriksa setiap unit chip NAND flash yang keluar dari lini perakitan. Proses ini dimulai sejak level silikon, bahkan sebelum chip masuk ke jalur perakitan utama.
Di pabrik Longforce di Suzhou, para jurnalis dipandu melihat langsung bagaimana produk-produk Lexar diuji dalam kondisi ekstrem. Mulai dari paparan suhu panas-dingin yang ekstrem, kelembaban, tekanan fisik, hingga sinar X. "Yang sering tidak dilihat orang adalah seberapa detail proses validasi ini. Bagi Lexar, pengujian bukan hanya soal apakah kartu memori berfungsi sekali, tapi apakah ia bekerja andal sepanjang waktu, di perangkat nyata, dan dalam tekanan," tambah Baer.
Micro SSD: Seukuran Apa, Sekencang Apa?
Puncak tur berlangsung di laboratorium inovasi dan kualitas Lexar di Zhongshan, dekat Shenzhen. Di lantai yang oleh salah satu jurnalis disebut sebagai "Disneyland-nya teknisi", Lexar memamerkan produk terbarunya: Lexar Play X, sebuah micro SSD (mSSD) dengan form factor yang jauh lebih kecil dari SSD standar.
Drive berbasis PCIe 4.0 ini mampu mencapai kecepatan baca hingga 7.400 MB/s dan tulis hingga 6.500 MB/s. Saat ini, produk tersebut sudah mulai merambah pasar Eropa, namun belum memiliki jadwal rilis resmi di Amerika Serikat. Lexar menyediakan adapter agar drive ini bisa digunakan di PC dan laptop konvensional, namun ambisi jangka panjang perusahaan adalah menjadikan mSSD sebagai standar industri baru untuk perangkat wearable dan robot.
Kenapa Semua Ini Penting untuk Kenangan Digital Kita
Di sela-sela tur, Richard Chang, Kepala Humas Lexar untuk Amerika Utara, berbagi cerita pribadi yang menggerakkan misi perusahaan. Ia bercerita tentang kartu memori kameranya yang rusak saat liburan ke Hong Kong—bukan buatan Lexar, tegasnya. Kartu itu menyimpan foto-foto terakhir bersama seorang anggota keluarga yang meninggal beberapa tahun kemudian. "Kartu itu rusak, dan ia kehilangan foto terakhir bersama mereka," kenang Chang.
Cerita itu, meski terdengar klise, menjadi pengingat bahwa di era di mana hampir seluruh data pribadi—dari foto anak hingga dokumen kerja—tersimpan di perangkat digital, kualitas penyimpanan bukan lagi soal kecepatan semata. Ini soal keandalan. Lexar, yang kini bersaing dengan SanDisk, Sony, dan Samsung, sadar bahwa setiap drive yang gagal berarti satu kenangan yang hilang. "Inovasi bukan hanya tentang spesifikasi. Ini tentang membuat penyimpanan lebih relevan dan berguna dalam kehidupan sehari-hari," tutup Baer.