SOLO — Harga bawang putih di Pasar Legi, salah satu pasar tradisional terbesar di Solo, melonjak signifikan sejak awal Juni 2026. Kenaikan ini memukul daya beli warga yang langsung terlihat dari sepinya transaksi di lapak-lapak pedagang.
Lonjakan Harga yang Membebani Ibu Rumah Tangga
Pantauan di lokasi menunjukkan, harga bawang putih yang sebelumnya bertahan di kisaran Rp 35.000 per kilogram, kini meroket hingga menembus Rp 45.000 per kilogram. Kenaikan sekitar Rp 10.000 ini terjadi dalam waktu singkat.
Sejumlah ibu rumah tangga yang ditemui mengaku terpaksa mengurangi volume pembelian. Jika biasanya mereka membeli setengah kilogram untuk stok seminggu, kini hanya cukup untuk beberapa hari.
Pedagang Merugi Akibat Sepinya Pembeli
Kondisi ini jelas tidak menguntungkan bagi para pedagang. Salah seorang pedagang di Pasar Legi, Sari, mengeluhkan omzet yang turun drastis. “Pembeli sepi, yang beli juga cuma sedikit. Kami jual rugi kalau begini terus,” ujarnya kepada wartawan di lokasi, Senin lalu.
Pedagang lain, Budi, menambahkan bahwa stok bawang putih dari distributor memang berkurang. Ia menduga pasokan terganggu sehingga harga di tingkat pengecer ikut melambung.
Dampak ke Ekonomi Rumah Tangga dan Warung Makan
Penurunan daya beli tidak hanya dirasakan konsumen rumah tangga. Pemilik warung makan kecil di sekitar Pasar Legi juga mulai mengeluh. Mereka terpaksa menaikkan harga jual menu atau mengurangi porsi bawang putih dalam masakan.
Seorang pemilik warung soto, misalnya, mengaku harus merogoh kocek lebih dalam setiap hari. Ia memperkirakan biaya produksi hariannya naik hingga 20 persen akibat lonjakan harga bumbu dapur ini.
Belum Ada Tanda Harga Kembali Normal dalam Waktu Dekat
Hingga berita ini diturunkan, belum ada intervensi harga dari pihak pengelola pasar atau dinas terkait di Solo. Para pedagang pun pesimistis harga akan segera turun karena pasokan dari sentra produksi masih tersendat.
Mereka berharap pemerintah kota segera turun tangan untuk menstabilkan harga, misalnya dengan menggelar operasi pasar murah. Jika tidak, dikhawatirkan daya beli masyarakat akan terus tertekan dan aktivitas ekonomi di Pasar Legi semakin lesu.