WONOGIRI — Pemkab Wonogiri mengusulkan 100 formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) untuk tahun 2026. Jumlah itu hanya seperlima dari total ASN yang akan pensiun pada tahun ini.
Dari total usulan tersebut, sebanyak 50 formasi dialokasikan untuk guru. Sisanya, 50 formasi lainnya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan dan tenaga teknis.
Angka Pensiun Tiga Kali Lipat Lebih Besar
Sepanjang 2025, sebanyak 534 ASN di lingkungan Pemkab Wonogiri memasuki masa pensiun. Artinya, kebutuhan pengganti pegawai jauh lebih besar ketimbang formasi yang diajukan.
Ketimpangan ini berpotensi membuat sejumlah posisi kosong dalam waktu cukup panjang. Terutama di sektor pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan yang langsung bersentuhan dengan warga.
Mengapa Hanya 100 Formasi?
Kebijakan pengusulan formasi CASN tidak sepenuhnya berada di tangan daerah. Pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) yang menentukan kuota final.
Pemkab Wonogiri hanya bisa mengajukan kebutuhan sesuai analisis jabatan dan beban kerja. Namun, keputusan akhir tetap menunggu persetujuan pemerintah pusat yang kerap membatasi jumlah rekrutmen demi efisiensi anggaran.
Dampak ke Pelayanan Publik
Kekurangan ASN bisa berdampak pada pelayanan administrasi kependudukan, pengajaran di sekolah, hingga layanan puskesmas. Sejumlah guru yang pensiun misalnya, belum tentu langsung diganti pada tahun ajaran baru.
Di sisi lain, Pemkab Wonogiri masih memiliki opsi merekrut pegawai non-ASN atau tenaga kontrak untuk menutupi kekosongan. Namun, status mereka berbeda dengan ASN yang memiliki kepastian karier dan hak pensiun.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Wonogiri terkait langkah lanjutan menutupi defisit pegawai. Namun, usulan formasi ini sudah masuk dalam pembahasan dengan KemenPAN-RB untuk realisasi pada 2026.