KENDAL — Pondok Pesantren Sabilurrasyad Islamic Boarding School yang berlokasi di Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, resmi menerima santri perdana. Pesantren ini menawarkan pendekatan pendidikan yang memadukan penguasaan ilmu agama dan sains dengan kesadaran ekologis.
Konsep Pendidikan Berbasis Alam dan Kitab Suci
Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrasyad menyebut bahwa kurikulum yang diterapkan tidak hanya mengajarkan kitab kuning dan sains modern, tetapi juga membiasakan santri untuk merawat lingkungan. Kegiatan seperti menanam pohon, pengelolaan sampah organik, dan konservasi sumber air menjadi bagian dari keseharian santri.
"Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap alam. Semua ini kami kembalikan pada nilai-nilai yang ada di dalam Al-Qur'an," ujar pengasuh pondok.
Fasilitas dan Program Unggulan
Pesantren yang berdiri di atas lahan seluas beberapa hektare ini dilengkapi dengan asrama, ruang kelas, perpustakaan, serta area kebun dan peternakan. Program unggulannya meliputi tahfidz Al-Qur'an, sains terpadu, dan praktik pertanian ramah lingkungan.
Para santri akan tinggal di asrama dengan jadwal kegiatan yang terstruktur dari pagi hingga malam. Pembelajaran dilakukan dengan metode sorogan dan bandongan untuk kitab klasik, serta praktikum untuk sains dan keterampilan alam.
Target Jangka Panjang: Mencetak Kader Lingkungan
Pihak pesantren menargetkan dalam lima tahun ke depan, Sabilurrasyad mampu mencetak lulusan yang tidak hanya hafal Al-Qur'an, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di bidang lingkungan. Beberapa santri angkatan pertama berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Dengan konsep yang relatif baru di kawasan Kendal, pesantren ini diharapkan bisa menjadi model pendidikan alternatif yang menjawab tantangan kerusakan lingkungan dan krisis moral. Pendaftaran santri baru untuk tahun ajaran mendatang sudah dibuka sejak pekan lalu.