JAWA TENGAH — Pelepasan saham dilakukan melalui dua anak usaha Telkom, yakni PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) dan PT Metra Digital Investama Ventura (MDI). TelkomMetra bertindak sebagai penjual atas 452.329 saham atau setara 99,99% kepemilikan, sementara MDI menjual 1 saham atau 0,01% sisanya.
Pembeli tunggal dalam transaksi ini adalah Global Assistance & Healthcare Singapore Pte. Ltd. atau Fullerton. Seluruh proses jual beli saham dilakukan secara penuh tanpa menerbitkan saham baru, sehingga tidak ada efek dilusi bagi pemegang saham publik Telkom.
Alasan di Balik Divestasi
Manajemen Telkom menyatakan aksi korporasi ini merupakan bagian dari implementasi streamlining portofolio non-inti. Langkah ini juga mengikuti aspirasi PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM dalam penataan anak perusahaan di lingkungan BUMN.
Dengan melepas AdMedika, Telkom ingin lebih fokus pada empat pilar bisnis utama: infrastruktur digital, layanan B2C terintegrasi, layanan ICT B2B, dan bisnis internasional. Perseroan menilai fokus ini akan membuat Telkom lebih lincah dan kompetitif dalam menjalankan transformasi bisnis.
Dampak bagi Operasional dan Keuangan
Telkom menegaskan bahwa transaksi ini tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Namun, keterbukaan informasi yang disampaikan tidak mencantumkan nilai transaksi, harga per saham, nilai buku AdMedika, maupun potensi keuntungan akuntansi dari divestasi ini.
Informasi utama yang tersedia hanya berfokus pada struktur transaksi, pihak penjual, pihak pembeli, dan tujuan strategis divestasi. Karena itu, investor perlu mencermati dampak finansial kuantitatif melalui laporan keuangan perseroan setelah transaksi tercermin.
Apa Artinya bagi Investor?
Bagi pemegang saham publik, divestasi ini tidak mengubah jumlah saham beredar maupun persentase kepemilikan. Dampak utama justru berada pada penataan portofolio dan strategi bisnis jangka panjang Telkom Group.
Perseroan menyatakan aksi ini mendukung transformasi Telkom Group menuju strategic holding dan memaksimalkan penciptaan nilai dari divestasi AdMedika. Investor disarankan membaca transaksi ini dalam konteks strategi besar Telkom menuju empat pilar utama, serta mencermati dampaknya pada efisiensi grup dan arah penciptaan nilai ke depan.
Dengan langkah ini, Telkom melanjutkan tren BUMN yang mulai merapikan portofolio bisnis non-inti untuk memperkuat fokus pada sektor digital dan telekomunikasi yang menjadi core business mereka.