SALATIGA — Aksi pencurian sepeda motor kembali meresahkan pedagang pasar tradisional di Jawa Tengah. Seorang pedagang tempe di Pasar Pagi Salatiga menjadi korban setelah motor Honda Vario miliknya digondol pencuri saat ditinggal salat subuh.
Kunci Tertinggal di Musala Jadi Celah Pelaku
Korban meninggalkan lapak dagangannya untuk melaksanakan ibadah salat subuh di musala area pasar. Diduga karena tergesa-gesa, kunci kontak motor masih menempel di kendaraan.
“Korban baru menyadari sepeda motornya hilang saat hendak mengantarkan dagangan kepada pelanggan,” demikian petikan keterangan dari ringkasan laporan kejadian.
Pedagang Jadi Sasaran Empuk Saat Jam Sepi Pembeli
Waktu subuh kerap menjadi celah rawan bagi pelaku kejahatan di lingkungan pasar tradisional. Aktivitas pedagang yang lengah karena berpindah tempat untuk ibadah, serta minimnya pengunjung, dimanfaatkan pelaku untuk beraksi cepat.
Sepeda motor Honda Vario itu merupakan kendaraan utama korban untuk mengangkut dagangan tempe setiap hari. Kehilangan tersebut tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonominya sebagai pedagang kecil.
Polsek Sidomukti Masih Selidiki Rekaman CCTV
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Sidomukti masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Petugas tengah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sejumlah titik Pasar Pagi Salatiga untuk mengidentifikasi pelaku.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai jumlah pasti kerugian yang dialami korban. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pedagang pasar untuk lebih waspada, terutama saat meninggalkan kendaraan di area umum.