Pencarian

Prosesi Pemakaman Wanita Obesitas di Karanganyar Gunakan Crane, Bobot Jenazah Capai 175 Kilogram

Selasa, 02 Juni 2026 • 16:55:01 WIB
Prosesi Pemakaman Wanita Obesitas di Karanganyar Gunakan Crane, Bobot Jenazah Capai 175 Kilogram
Proses pemakaman wanita obesitas di Karanganyar menggunakan crane akibat bobot jenazah mencapai 175 kilogram.

KARANGANYAR — Peristiwa langka terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar. Proses pemakaman seorang warga berinisial S (42) membutuhkan bantuan crane untuk menurunkan dan memasukkan jenazah ke dalam liang lahat.

Bobot jenazah yang mencapai 175 kilogram menjadi kendala utama. Petugas pemakaman dan keluarga yang hadir tidak mampu mengangkat atau menurunkan peti jenazah secara manual ke kedalaman lubang.

Mengapa Crane Menjadi Satu-satunya Opsi?

Liang lahat yang telah disiapkan memiliki kedalaman standar, sekitar dua meter. Proses penurunan peti mati secara manual dinilai sangat berisiko, baik bagi jenazah maupun petugas.

Pihak keluarga bersama perangkat kelurahan kemudian berkoordinasi dan memutuskan untuk mendatangkan alat berat jenis crane dari salah satu proyek konstruksi di sekitar lokasi. Crane tersebut digunakan untuk mengangkat peti dari mobil jenazah lalu menurunkannya secara perlahan ke liang lahat.

Prosesi Berlangsung Lancar dengan Pengamanan Ekstra

Proses pemakaman berlangsung sekitar dua jam, lebih lama dari pemakaman biasanya yang hanya memakan waktu 30 menit. Sejumlah petugas Satpol PP dan relawan dikerahkan untuk mengamankan area dan mengatur lalu lintas di sekitar TPU.

"Kami bersyukur prosesi berjalan lancar. Semua pihak membantu, dari RT, RW, hingga kelurahan," ujar salah seorang kerabat almarhumah yang enggan disebutkan namanya.

Pemakaman dengan Alat Berat Bukan Pertama Kali

Peristiwa serupa sebenarnya pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia, terutama untuk jenazah dengan bobot di atas 150 kilogram. Biasanya, keluarga atau pengelola TPU akan berkoordinasi dengan dinas pemadam kebakaran atau perusahaan kontraktor untuk meminjam alat berat.

Di Karanganyar, kasus pemakaman dengan crane ini menjadi yang pertama kali terjadi dan menyedot perhatian warga sekitar. Banyak warga yang datang ke TPU hanya untuk menyaksikan prosesi yang tidak biasa tersebut.

Apa Langkah Pemkot Karanganyar Selanjutnya?

Pemerintah Kota Karanganyar melalui Dinas Sosial belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Namun, perangkat kelurahan setempat menyatakan akan mendata warga dengan kondisi obesitas ekstrem sebagai antisipasi jika terjadi peristiwa serupa di masa mendatang.

Pendataan ini dinilai penting agar proses pemakaman dapat dipersiapkan lebih awal, termasuk koordinasi dengan pihak terkait untuk penyediaan alat berat jika diperlukan.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks