Pencarian

20 Laporan Jalan Rusuk di 13 Kecamatan Pati Masuk ke Posko Germap, Audiensi dengan DPUTR Digelar Besok

Selasa, 02 Juni 2026 • 14:23:08 WIB
20 Laporan Jalan Rusuk di 13 Kecamatan Pati Masuk ke Posko Germap, Audiensi dengan DPUTR Digelar Besok
Warga Kabupaten Pati aktif melaporkan kerusakan jalan ke posko Germap di 13 kecamatan.

PATI — Posko pengaduan jalan rusak yang dibuka Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (Germap) terus kebanjiran laporan dari warga. Hingga kemarin, sudah 20 titik kerusakan jalan yang diadukan dari 13 kecamatan di Kabupaten Pati.

“Alhamdulillah, dari semua ini kami meyakini bahwa masyarakat mulai peduli. Karena masyarakat ini tiap hari ada yang datang saat posko buka,” ujar Koordinator Germap, Cahya Basuki atau Yayak Gundul, di Pati, Senin (1/6/2026).

Kecamatan Margorejo Mendominasi Aduan

Dari seluruh laporan yang masuk, jumlah aduan terbanyak datang dari Kecamatan Margorejo. Kerusakan di wilayah itu dilaporkan berada di ruas Sukokulon–Jimbaran, Bumirejo arah Tambakan, kawasan Perumahan Green Land 3 dan 8, serta jalan Gemiring–Matarang.

Laporan lain tersebar di sejumlah titik, di antaranya jalan alternatif Tebing–Durensawit atau jalur pasar menuju rumah sakit di Kecamatan Sukolilo, jalan Tlogorejo dekat masjid di Kecamatan Tlogowungu, hingga jalan antarkecamatan Juwana–Tayu–Geneng. Warga juga melaporkan kerusakan di jalan depan RS Kayen.

Tak hanya itu, aduan juga datang dari jalan Bumiharjo arah Sumbermulyo di Kecamatan Winong, jalan Pucakwangi–Winong tepatnya di Desa Plosorejo, serta jalan mulai Jembatan Penanggungan hingga satu kilometer ke utara di Kecamatan Gabus. Jalan dari lampu merah terminal arah Sleko menuju Gabus di Kecamatan Pati pun masuk dalam daftar.

Laporan Terbaru dari Tambakromo hingga Wedarijaksa

Laporan terbaru datang dari Kecamatan Tambakromo, tepatnya di ruas Jalan Pasar Tambakromo menuju Desa Mojomulyo. Sebelumnya, warga juga mengadukan kerusakan di jalan Kedungsari–Pandean di Kecamatan Tayu, jalan Ngablak–Ketangen di Kecamatan Gembong, jalan Lahar–Jasem di Tlogowungu, dan jalan Sugihan–Goyangan di Winong.

Jalan Tugu Ireng arah timur menuju Bringin di Gabus serta jalan alternatif Suwaduk menuju Pasar Trangkil di Kecamatan Wedarijaksa juga menjadi sorotan warga.

Audiensi Besok: Plt Bupati dan Forkopimda Diundang

Germap berencana membawa seluruh laporan tersebut dalam audiensi bersama DPUTR Kabupaten Pati pada Selasa, 2 Juni 2026. Sejumlah warga pelapor disebut akan ikut hadir menyampaikan langsung keluhan mereka.

“Besok kita akan adakan audiensi dengan DPUTR. Dari pelapor ini katanya besok juga mau datang. Mudah-mudahan tidak ada hambatan,” kata Yayak.

Seluruh peserta audiensi diminta berkumpul terlebih dahulu di Posko Germap yang berada di gerbang barat Kantor DPRD Pati. Dalam pertemuan tersebut, Germap juga mengundang Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Ketua DPRD Ali Badrudin, Kapolresta Pati Jaka Wahyudi, dan Kejaksaan.

Germap Minta Perbaikan Sebelum Ada Korban Jiwa

Yayak menegaskan persoalan jalan rusak tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan masyarakat. Ia meminta agar Plt Bupati Pati bergerak cepat melakukan perbaikan, terutama pada jalan-jalan yang sudah diadukan warga.

“Semoga mereka hadir, karena ini benar-benar untuk rakyat. Jalan berlubang itu membahayakan. Jadi mereka harus paham kalau jalan lubang itu PR-nya bareng-bareng,” tegasnya.

Ia bahkan mengingatkan pihak kepolisian terkait potensi kecelakaan akibat jalan rusak yang tidak segera ditangani. Menurut Yayak, apabila masyarakat sudah melapor namun belum ada perbaikan hingga menimbulkan korban, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab.

“Makanya saya undang kepolisian itu biar sebelum hujan sedia payung. Jangan setelah hujan baru sibuk bawa payung,” lanjutnya.

Selain kepolisian, kejaksaan juga diminta hadir untuk membahas kemungkinan sanksi terhadap penyelenggara negara yang dianggap abai terhadap keselamatan masyarakat akibat kerusakan jalan. Germap akan meminta agar Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjadikan jalan-jalan yang diadukan warga sebagai prioritas perbaikan.

“Karena butuh keberanian untuk melaporkan jalan rusak itu kemari,” pungkas Yayak.

Bagikan
Sumber: beritajateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks