KLATEN — Pelantikan pengurus IESPA Klaten periode 2024-2028 digelar di salah satu hotel di kawasan Delanggu, pekan lalu. Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, pengurus IESPA Provinsi Jawa Tengah, serta para pegiat esports setempat. Kepengurusan baru ini langsung menetapkan target ambisius, yakni merebut medali emas di Forda yang akan digelar dalam waktu dekat.
Stigma Orang Tua Jadi PR Besar Esports Klaten
Ketua IESPA Klaten yang baru dilantik mengakui bahwa persepsi negatif masyarakat, khususnya orang tua, masih menjadi hambatan utama. Banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami bahwa esports kini telah diakui sebagai cabang olahraga resmi dan dapat menjadi jalur karier profesional. “Kami akan gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan komunitas orang tua,” ujarnya dalam sambutan setelah pelantikan.
Program Pembinaan: Dari Bakat Lokal Menuju Atlet Nasional
IESPA Klaten telah menyusun program pembinaan jangka panjang. Fokus utama mereka adalah menjaring bibit-bibit muda berbakat di tingkat pelajar melalui turnamen rutin dan pelatihan intensif. Selain teknik bermain, para atlet binaan juga akan dibekali pengetahuan tentang manajemen tim, etika kompetisi, hingga literasi digital. Langkah ini diharapkan bisa mencetak atlet yang tidak hanya jago secara teknis, tetapi juga disiplin dan siap bersaing di level provinsi maupun nasional.
Target Emas di Forda: Bukti Nyata Keseriusan
Forda menjadi ajang pembuktian pertama bagi kepengurusan baru IESPA Klaten. Mereka menargetkan medali emas di beberapa nomor pertandingan yang akan diikuti. Untuk mencapai target tersebut, tim pelatih telah menyiapkan strategi khusus dan jadwal latihan yang lebih ketat. “Kami tidak ingin hanya jadi peserta. Target kami adalah juara,” tegas salah satu pelatih tim esports Klaten.
Dengan kepengurusan yang baru, IESPA Klaten optimistis dapat mengubah pola pikir masyarakat sekaligus melahirkan atlet-atlet esports profesional. Keberhasilan di Forda nanti akan menjadi langkah awal untuk membuktikan bahwa esports adalah olahraga prestasi yang layak didukung, bukan sekadar permainan.