SEMARANG — Sistem penerimaan siswa baru akan memprioritaskan jaminan tempat belajar bagi kelompok afirmasi. Disdik Kota Semarang merancang mekanisme whereby siswa yang memenuhi kriteria kurang mampu atau penyandang disabilitas, tetapi tidak lolos seleksi sekolah negeri, langsung teralokasi ke pilihan sekolah swasta tanpa perlu menunggu hasil undian atau pengumuman bertahap.
Kelompok Siswa Penerima Afirmasi
Kategori siswa yang mendapat perlakuan khusus dalam pendaftaran ini mencakup dua kelompok utama: siswa dari keluarga ekonomi lemah dan penyandang disabilitas (termasuk tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa). Mereka memiliki jalur masuk terpisah yang tidak berkompetisi langsung dengan siswa reguler, sehingga mengurangi tekanan akademik dan memberi peluang lebih besar untuk diterima.
Mekanisme Otomatis: Tidak Negeri, ke Swasta
Inovasi sistem terletak pada automasi penempatan. Ketika siswa afirmasi tidak masuk dalam kuota sekolah negeri pilihan pertama mereka, sistem secara instan memindahkan data mereka ke sekolah swasta yang telah menjalin kesepakatan dengan Disdik untuk menampung peserta afirmasi. Proses ini berlangsung otomatis tanpa intervensi manual, mempercepat kepastian tempat belajar dan mengurangi kekhawatiran keluarga tentang masa depan pendidikan anak.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip inklusi pendidikan, di mana setiap anak Indonesia berhak mendapat akses sekolah berkualitas, terlepas dari status ekonomi atau kondisi fisik. Sekolah swasta yang terlibat juga mendapat dukungan program dari Disdik untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Persiapan Menjelang Pendaftaran 2026
Disdik sedang melakukan penguatan internal, mulai dari sosialisasi ke sekolah negeri dan swasta hingga edukasi ke warga tentang ketersediaan jalur afirmasi. Upaya ini memastikan bahwa pada saat pendaftaran dibuka, semua pihak—siswa, orang tua, dan sekolah—sudah memahami prosesnya dengan jelas dan siap melaksanakan tanpa hambatan administrasi.