Pencarian

Truk Gagal Menanjak Tabrak Area Bongkar SPBU Silayur Semarang, Operasional Ditutup Sementara

Rabu, 13 Mei 2026 • 15:54:01 WIB
Truk Gagal Menanjak Tabrak Area Bongkar SPBU Silayur Semarang, Operasional Ditutup Sementara
Truk gagal menanjak dan menabrak area bongkar SPBU Silayur Semarang, operasional ditutup sementara.

SEMARANG — Kecelakaan truk di SPBU Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, memaksa Pertamina menutup sementara area bongkar muat bahan bakar minyak (BBM). Insiden terjadi Rabu (13/5/2026) dini hari saat kendaraan berat berwarna oranye itu gagal menanjak di jalur menuju Kedungpane.

Kronologi: Truk Mundur dan Tabrak Fasilitas Bongkar

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan DIY, Taufik Kurniawan, menjelaskan truk tengah melaju menanjak. Namun, kendaraan diduga kehilangan tenaga hingga akhirnya mundur tak terkendali.

“Truk tersebut hendak menanjak ke arah Kedungpane, namun dalam proses menanjak gagal kemudian mundur dan menabrak area bongkaran SPBU,” kata Taufik saat dikonfirmasi, Rabu pagi.

Fasilitas Utama Pengisian BBM Dipastikan Aman

Dampak paling parah hanya terjadi di titik pembongkaran BBM. Taufik memastikan dispenser pengisian bahan bakar untuk kendaraan umum tidak mengalami kerusakan berarti.

“Dampak kecelakaan sementara hanya berada di area pembongkaran SPBU,” ujarnya. Meski begitu, pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan setelah proses evakuasi selesai demi menjamin keamanan.

Proses Evakuasi Gunakan Alat Berat Crane

Pertamina Patra Niaga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangani kecelakaan tunggal tersebut. Derek biasa dinilai tidak cukup karena posisi truk yang terguling di area sempit.

“Proses evakuasinya sedang diperkirakan proses yang terbaik, sementara diperkirakan akan menggunakan crane untuk evakuasinya,” jelas Taufik. Penarikan kendaraan berat ini diprioritaskan agar tidak menimbulkan risiko tambahan di sekitar lingkungan SPBU.

Imbauan untuk Warga: Jangan Berkerumun di Lokasi

Pihak Pertamina mengimbau masyarakat tidak mendekati titik kejadian. Selain untuk keselamatan, kerumunan dikhawatirkan memicu kemacetan di jalur Ngaliyan yang cukup padat.

“Kami pastikan selama proses evakuasi mengedepankan aspek safety. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian kami imbau untuk menjauh atau tidak menonton dan berkerumun sehingga tidak mengakibatkan kemacetan,” kata Taufik.

Belum ada kepastian kapan operasional SPBU Silayur kembali normal. Semua tergantung pada rampungnya evakuasi dan hasil inspeksi teknis terhadap seluruh fasilitas.

Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks