Pencarian

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global dan Harga Minyak Tinggi

Selasa, 12 Mei 2026 • 09:59:01 WIB
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global dan Harga Minyak Tinggi
Rupiah melemah ke level Rp17.500 per dolar AS dipengaruhi sentimen global dan harga minyak tinggi.

JAWA TENGAH — Rupiah dibuka di level Rp17.489 per dolar AS pada perdagangan hari ini, atau melemah 75 poin (0,43 persen) dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Tekanan terhadap rupiah semakin bertambah seiring dengan menguatnya indeks dolar AS di pasar global.

Mata Uang Asia Kompak Melemah, Won Korsel Paling Terpuruk

Pelemahan rupiah tidak berdiri sendiri. Hampir seluruh mata uang Asia terdepresiasi terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini. Won Korea Selatan menjadi yang terburuk dengan anjlok 1 persen, disusul peso Filipina yang melemah 0,50 persen.

  • Ringgit Malaysia: -0,22 persen
  • Dolar Singapura: -0,20 persen
  • Yen Jepang: -0,22 persen
  • Yuan China: -0,01 persen

Di sisi lain, mata uang utama negara maju juga mayoritas tidak berdaya. Euro Eropa turun 0,17 persen, poundsterling Inggris melemah 0,18 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,24 persen terhadap dolar AS.

Tiga Faktor yang Menekan Rupiah Hari Ini

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengidentifikasi setidaknya tiga sentimen negatif yang menekan rupiah pagi ini. Pertama, meredupnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memicu ketidakpastian geopolitik.

"Rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan perdamaian antara AS dan Iran," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Kedua, harga minyak mentah dunia yang masih bertahan di level tinggi turut menjadi beban bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Ketiga, pasar menanti pengumuman MSCI yang diperkirakan tidak akan memberikan kabar positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Pengumuman MSCI hari ini diperkirakan tidak akan memberikan berita baik pada IHSG, dan akan ikut menekan rupiah," kata Lukman. Investor juga disebutnya tengah menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Level Rp17.500 menjadi resistance psikologis yang jika ditembus secara konsisten, berpotensi membuka ruang pelemahan lebih lanjut. Investor dan pelaku bisnis disarankan mencermati pergerakan harga minyak dan data domestik yang akan dirilis.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks