Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menawarkan proyek energi terbarukan dan hilirisasi pangan di Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026. Pemprov Jateng mendesak dukungan penuh pemerintah pusat untuk mempercepat pengembangan kawasan industri baru, mengantisipasi pergeseran basis industri ke provinsi tersebut.
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menawarkan sejumlah proyek strategis di ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026. Proyek itu mencakup pengembangan energi terbarukan dan hilirisasi pangan.
Pemprov Jateng meminta dukungan penuh dari pemerintah pusat. Tujuannya, mempercepat pengembangan kawasan industri baru demi mengantisipasi pergeseran basis industri ke Jawa Tengah.
Energi Terbarukan Jadi Andalan
Sektor energi terbarukan menjadi prioritas yang ditawarkan kepada calon investor. Pemprov menyiapkan lokasi potensial untuk pembangkit listrik tenaga surya dan biomassa.
Langkah ini sejalan dengan target transisi energi nasional. Jawa Tengah memiliki sumber daya alam yang memadai untuk pengembangan energi hijau.
Hilirisasi Pangan Perkuat Ekonomi Daerah
Selain energi, hilirisasi pangan menjadi fokus utama forum investasi tersebut. Pemprov Jateng ingin mengolah hasil pertanian dan perkebunan di dalam daerah sebelum diekspor.
Hilirisasi meningkatkan nilai tambah produk lokal. Langkah ini juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Dukungan Pusat Kunci Percepatan
Pemprov Jateng menekankan percepatan pembangunan kawasan industri baru membutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah pusat. Dukungan regulasi dan infrastruktur menjadi kunci utama.
Tanpa dukungan tersebut, proses pengembangan dikhawatirkan tidak bisa mengejar pergeseran industri yang sudah mulai terjadi. Jawa Tengah ingin menjadi tujuan utama investasi di Pulau Jawa.
Target Investasi dan Dampak Sosial
Melalui CJIBF 2026, Pemprov Jateng menargetkan realisasi investasi signifikan di kedua sektor tersebut. Keberhasilan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Pemerintah daerah menyiapkan insentif bagi investor yang menanamkan modal di kawasan baru. Forum ini menjadi ajang promosi potensi daerah sekaligus menjaring mitra strategis.