Tiga saham mencatatkan lonjakan harga di atas 15 persen saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 25 poin (0,40 persen) ke level 6.941 pada Senin (11/5/2026). Pelemahan ini sejalan dengan tekanan di mayoritas bursa Asia dan dipicu oleh merosotnya hampir seluruh sektor saham di awal pekan.
JAKARTA — Saham PT FIRE (FIRE) melesat 25 persen ke Rp 170, saham PT NIRO (NIRO) naik 19 persen ke Rp 238, dan saham PT Mora (MORA) terdongkrak 15 persen ke Rp 8.650 pada pembukaan perdagangan Senin (11/5/2026). Lonjakan ini kontras dengan kinerja IHSG yang dibuka di zona merah.
Indeks bergerak turun sebesar 0,40 persen ke level 6.941. Tekanan terbesar datang dari sektor energi, material dasar, industri, dan keuangan yang seluruhnya melemah. Sebaliknya, sektor infrastruktur dan kesehatan mencatat penguatan di awal sesi.
Mengapa Saham FIRE, NIRO, dan MORA Justru Naik?
Ketiga emiten tersebut tidak termasuk dalam kategori saham big cap yang menjadi pemberat utama IHSG. Data menunjukkan, saham berkapitalisasi besar seperti AMMN ambles 9,27 persen, TINS merosot 14,88 persen, dan INDY melemah 14,82 persen pada akhir pekan lalu. Kondisi inilah yang membuat saham-saham lapis kedua dan ketiga justru bergerak kontraksi.
Di sisi lain, sektor kesehatan yang menjadi tempat bernaung MORA juga mencatat penguatan tipis 0,70 persen. Beberapa saham lain di sektor ini bahkan menyentuh batas auto reject atas (ARA), seperti MPOW yang melonjak 34,55 persen, MEDS naik 34,48 persen ke Rp 117, dan KAEF menguat 24,51 persen.
Tekanan Berlanjut dari Akhir Pekan Lalu
Pelemahan IHSG hari ini merupakan kelanjutan dari penurunan tajam pada akhir pekan lalu. Jumat (8/5/2026), indeks anjlok 204,92 poin (2,86 persen) ke posisi 6.969. Aksi jual asing tercatat cukup deras dengan net sell mencapai Rp 389,31 miliar di seluruh pasar.
Saham perbankan menjadi sasaran utama. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat net sell terbesar mencapai Rp 436,38 miliar, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 82,88 miliar, dan PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 76,45 miliar.
Enam Sektor Saham Tertekan, Dua Sektor Tersisa Hijau
Data BEI menunjukkan, hampir seluruh sektor saham berada dalam tekanan. Sektor material dasar menjadi yang terparah dengan penurunan 7,80 persen, disusul sektor energi yang melemah 4,59 persen, dan sektor industri yang turun 4,55 persen. Sektor transportasi ikut tergerus 5,72 persen, sementara sektor consumer primer melemah 3,39 persen dan sektor keuangan turun 1,48 persen.
Hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau: sektor infrastruktur dan sektor kesehatan yang mencatat penguatan tipis 0,70 persen. Kondisi ini menunjukkan pergerakan pasar yang masih sangat selektif di awal pekan.