Pencarian

Omzet Pedagang Pasar Cinde Tegal Melonjak 70 Persen di Luar Pasar

Sabtu, 09 Mei 2026 • 12:46:01 WIB
Omzet Pedagang Pasar Cinde Tegal Melonjak 70 Persen di Luar Pasar
Pedagang Pasar Cinde Tegal mencatat kenaikan omzet 70 persen setelah pindah berjualan ke luar pasar.

TEGAL — Sejumlah pedagang di Pasar Cinde Kraton, Kota Tegal, melaporkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan setelah memindahkan lapak dagangan mereka ke area luar pasar. Fenomena ini terjadi justru saat para pedagang melakukan aksi "boyongan" atau pindah massal ke pelataran beralas paving sejak sepekan terakhir.

Kenaikan omzet yang cukup drastis dirasakan oleh Ade Mustofa, salah satu pedagang sayur yang sudah enam tahun berjualan di lokasi tersebut. Ia mengaku harus menambah persediaan dagangannya setiap hari karena permintaan konsumen yang terus meningkat sejak ia menggelar tikar di luar bangunan utama.

“Alhamdulillah, kenaikannya sampai tujuh puluh persen,” ucap Ade sembari melayani pembeli pada Jumat 8 Mei 2026.

Konsep Belanja Tanpa Turun Jadi Daya Tarik Pembeli

Peningkatan penjualan ini dipicu oleh perubahan pola belanja masyarakat. Lokasi pedagang yang kini berada di pinggir jalan memudahkan akses konsumen, terutama mereka yang menggunakan kendaraan bermotor. Transaksi singkat kini mendominasi aktivitas di kawasan Pasar Cinde setiap pagi.

Banyak pembeli memilih bertransaksi tanpa harus turun dari sepeda motor mereka. Pola belanja ala drive-thru ini membuat proses jual beli menjadi lebih cepat dan praktis bagi warga yang sedang terburu-buru menuju tempat kerja atau aktivitas lainnya.

“Daun bawangnya, Mas. Dua ribu. Bumbu dapurnya satu. Seribunya daun kol, biar total lima ribu,” tutur seorang ibu yang berbelanja tanpa turun dari motornya, lalu menyerahkan uang kepada pedagang.

Aksi Boyongan Dipicu Sepinya Pembeli di Dalam Pasar

Keputusan pedagang untuk berjualan di luar pasar sebenarnya merupakan bentuk ungkapan keresahan. Selama berjualan di dalam gedung Pasar Cinde Kraton, para pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang sangat sepi, sehingga pendapatan mereka tidak menentu bahkan cenderung merosot.

Kondisi tersebut memaksa sebagian besar pedagang nekat meninggalkan lapak resmi mereka. Mereka memilih menggelar dagangan di pelataran beralas paving agar lebih mudah terlihat oleh calon pembeli yang melintas di sekitar pasar tradisional tersebut.

Hingga saat ini, aktivitas di pelataran luar pasar masih terus berlangsung. Para pedagang terlihat lebih sibuk mengelola stok barang mereka dibandingkan saat masih bertahan di dalam gedung, seiring dengan tingginya volume transaksi harian yang mereka terima.

Bagikan
Sumber: radartegal.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks