SOLO — Sebanyak 128 siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta didampingi 10 guru melaksanakan program edutrip ke Singapura dan Malaysia selama empat hari. Kegiatan yang berlangsung pada 3–7 Mei 2026 ini dirancang untuk mengasah kemandirian serta kemampuan adaptasi siswa di lingkungan internasional.
Penguatan Kerja Sama Pendidikan di Malaysia
Puncak kegiatan edukasi berlangsung di International Islamic School Malaysia (IISM) pada Rabu (6/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, pihak sekolah meresmikan kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan kolaborasi pendidikan lintas negara di masa depan.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, menyatakan bahwa interaksi langsung dengan siswa di luar negeri merupakan instrumen penting untuk memperluas cakrawala berpikir pelajar. "Kami ingin belajar dan berdiskusi secara langsung dengan siswa-siswi di Malaysia. Kami yakin interaksi tersebut akan memberikan dampak positif bagi para siswa ke depannya," ujarnya.
Pertukaran Budaya dan Diskusi Antarsiswa
Selama berada di IISM, para siswa mengikuti sesi belajar bersama selama 45 menit yang mencakup diskusi interaktif dan permainan edukatif. Agenda ini juga dimanfaatkan siswa untuk mengeksplorasi budaya lokal Malaysia melalui wawancara langsung dengan pelajar setempat.
Kedua institusi turut menampilkan pertunjukan seni sebagai bentuk pertukaran budaya. Siswa Malaysia menunjukkan atraksi bela diri, sementara delegasi dari Surakarta membawakan lagu "Bengawan Solo" melalui penampilan solo vokal.
Studi Pengelolaan Air di Marina Barrage Singapura
Sebelum bertolak ke Malaysia, rombongan terlebih dahulu mengunjungi Singapura untuk mempelajari teknologi lingkungan. Fokus utama kunjungan di Negeri Singa adalah materi pengelolaan air dan mitigasi banjir di Marina Barrage pada Selasa (5/5/2026).
Selain agenda edukasi, para siswa mengunjungi sejumlah lokasi ikonik seperti Jewel Rain Vortex, Merlion Park, Gardens by the Bay, hingga Universal Studios Singapore. Dua peserta didik, Naura Prashanti dan Dinda Azra Yudanto, mengaku antusias dapat menjalin pertemanan dengan pelajar dari mancanegara.
"Kami sangat senang karena kegiatan yang kami ikuti sangat menarik. Di sana kami bisa bertemu teman-teman dari luar negeri. Semoga ini menambah semangat kami untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri," ungkap Naura dan Dinda.
Rangkaian perjalanan ditutup dengan kunjungan ke berbagai landmark di Malaysia pada Kamis (7/5/2026), mulai dari Menara Kembar Petronas, Petrosains, hingga kawasan Putrajaya sebelum rombongan bertolak kembali ke tanah air.