JEPARA — Gedung Al Iman yang diresmikan berdiri di atas tanah wakaf keluarga Sulkan, pengusaha setempat. Wakaf itu menjadi fondasi beroperasinya LKSA Mustadl'afin Muhammadiyah Bangsri sebagai lembaga kesejahteraan sosial anak.
Peresmian ditandai penandatanganan prasasti oleh Prof. Dr. H. Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005–2015. Sejumlah tokoh Muhammadiyah Jepara hadir dalam acara tersebut.
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyebut peran Muhammadiyah di daerah berjalan lewat dua jalur: organisasi dan kader. Menurutnya, kader Muhammadiyah ikut mengambil bagian dalam penyelenggaraan pemerintahan.
"Kontribusi Muhammadiyah tidak hanya melalui organisasinya, tetapi juga melalui kader-kadernya yang ikut berperan dalam pemerintahan," kata Gus Hajar saat mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Pemkab Jepara, lanjut Gus Hajar, menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas perhatian. Wujudnya antara lain program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Kegiatan belajar mengajar SNT saat ini berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan. Program itu diikuti 90 anak sesuai kuota yang tersedia.
Pembangunan gedung SNT berikutnya direncanakan di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji. Lahan yang disiapkan seluas 10 hektare dan direncanakan bersebelahan dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT).
Di sisi lain, Pemkab Jepara menjalankan program Kartu Guru Sejahtera. Pada 2026, program tersebut didukung anggaran Rp24 miliar untuk 17 ribu guru swasta.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bangsri, Suharman, menyatakan amal usaha pendidikan di wilayahnya terus berkembang. Cakupannya mulai dari SD, SMP, SMA, hingga SMK Muhammadiyah.
TK Aisyiyah Bangsri tengah melakukan pembelian tanah untuk pengembangan lembaga. Kebutuhan lahan bagi SD juga masuk dalam rencana pengembangan pendidikan Muhammadiyah di wilayah tersebut.
"Kami terbuka bagi masyarakat yang ingin berwakaf untuk mendukung pengembangan amal usaha Muhammadiyah," ujarnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara, KH Fachrurrozi, menyampaikan terima kasih kepada keluarga Sulkan atas wakaf untuk pembangunan gedung LKSA. Ia berharap fasilitas itu memperkuat pelayanan sosial, terutama dalam pengasuhan, pendidikan, dan pembinaan karakter anak-anak yang membutuhkan pendampingan.
"Semoga fasilitas tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat," sebutnya.