SEMARANG — Kemenangan Demak atas Semarang terbilang di luar perkiraan karena Kota Semarang tampil di kandang sendiri dan lebih diunggulkan di Grup A. Pelatih Kabupaten Demak, Idrus Gunawan, mengaku target timnya sebenarnya hanya hasil imbang.
Laga berjalan sengit sejak awal. Demak tampil solid dan disiplin menahan tekanan tuan rumah, sementara Semarang kesulitan menembus pertahanan anak asuh Idrus Gunawan meski lebih dominan menguasai bola.
Ketegangan pertandingan memuncak pada menit ke-73. Wasit Fero Arsanto mengeluarkan kartu merah untuk dua pemain sekaligus: Moreno Pradipta dari Kota Semarang dan Rajendra Rifqi dari Demak.
Insiden pelanggaran keras yang memicu keributan antarpemain itu membuat kedua tim bermain dengan sepuluh orang hingga laga usai. Skor 2-1 untuk keunggulan Demak bertahan sampai peluit panjang.
Pelatih Kota Semarang, Mohamad Dofir, menyayangkan kekalahan timnya. Ia menilai faktor emosional pemain menjadi salah satu penyebab hasil kurang maksimal.
"Kami punya banyak peluang, tapi apa yang saya takutkan pada saat lawan Demak itu sisi emosional anak-anak. Pasti diganggu, makanya dalam beberapa hari ini saya sudah ingatkan ke pemain," kata Dofir.
Meski kalah, Semarang belum kehilangan peluang lolos. Tim ini masih menyisakan dua pertandingan melawan Kabupaten Kudus dan Kota Surakarta.
"Kami masih ada dua pertandingan, tentu masih ada kans untuk lolos. Namun, saya sayangkan ada pemain yang harus absen karena kartu merah. Ini yang membuat kami perlu berhitung lagi," ujarnya.
Di kubu Demak, Idrus Gunawan menyebut hasil ini melebihi ekspektasi. Menurut dia, Kota Semarang menjadi barometer sepak bola Jawa Tengah sehingga timnya datang tanpa beban.
"Perjuangan anak-anak sore ini tidak mudah karena pemain Kota Semarang menjadi barometer di Jawa Tengah. Tapi, kami coba punya tim yang solid, ngeyel. Tidak berharap menang, justru kami berharap draw di sini," ungkap Idrus.
Idrus juga meminta maaf atas insiden pelanggaran keras yang memicu keributan antarpemain. Kejadian itu, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi timnya.
"Kalau ada insiden yang dianggap kurang fair, kami minta maaf. Ini menjadi evaluasi kami juga," katanya.
Kemenangan ini memberi Demak modal berharga untuk menghadapi dua laga sisa di Grup A. Sementara Kota Semarang wajib meraih hasil maksimal melawan Kabupaten Kudus dan Kota Surakarta agar peluang lolos ke babak berikutnya tetap terbuka.