Sumur Warga Mengering, 4.636 Jiwa di Salatiga Krisis Air Bersih

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:31:01 WIB
Petugas BPBD menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak kekeringan di Salatiga.

SALATIGA — Kepala Pelaksana BPBD Kota Salatiga, Sutarto, menyatakan distribusi air bersih terus dilakukan seiring bertambahnya wilayah terdampak kekeringan. Dari target 103 kali pengiriman, BPBD baru merealisasikan 29 kali distribusi menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter.

Krisis air paling terasa di Druju RT 01 dan RT 02 RW 03, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir. Warga di kawasan itu masih bergantung pada sumur karena jaringan PDAM belum terpasang, sementara sumur-sumur mereka mengering.

"Di Druju belum ada yang memasang PDAM. Warga hanya menggunakan sumber air sumur, tetapi tahun ini sumurnya asat atau tidak ada airnya," kata Sutarto.

Druju Dijatah Air Tiga Kali Sepekan

Untuk memenuhi kebutuhan harian, BPBD menyiapkan tandon berkapasitas 5.000 liter di Druju dan menjadwalkan pengiriman air tiga kali dalam sepekan. Di Kelurahan Sidorejo Kidul, bantuan yang telah disalurkan mencapai 30.000 liter atau tiga kali pengiriman.

Kekeringan juga merembet ke fasilitas pendidikan di Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo. MI Islamiyah yang mengandalkan air sumur sempat memperdalam sumur, tetapi air tetap tidak keluar. BPBD lalu memasang tandon 5.000 liter di sekolah itu, dengan total bantuan air yang sudah disalurkan mencapai 10.000 liter.

Bantuan serupa diberikan ke kompleks Kantor Kecamatan Sidomukti, KUA, dan Polsek Sidomukti di Kelurahan Mangunsari sebanyak 5.000 liter.

Pasokan Diambil dari PDAM dan Kabupaten Semarang

Sutarto menegaskan distribusi air akan berlanjut sampai kebutuhan warga terpenuhi. Untuk menjaga pasokan, BPBD memanfaatkan sumber air dari PDAM serta sumber alternatif di wilayah Kabupaten Semarang.

"Untuk menjaga ketersediaan pasokan, BPBD memanfaatkan sumber air dari PDAM serta alternatif sumber air di wilayah Kabupaten Semarang," ujarnya.

BPBD juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengantisipasi kendala pendistribusian air di lapangan.

Hujan Lebat Baru Diprediksi Desember 2026

Berdasarkan informasi BMKG, curah hujan di Kota Salatiga pada November 2026 diperkirakan berada pada kategori sedang. Hujan lebat baru diprediksi terjadi pada Desember 2026.

"Dengan kondisi tersebut, distribusi air bersih masih menjadi langkah penanganan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kekeringan berlangsung," kata Sutarto.

Sejumlah wilayah yang belum terjangkau jaringan PDAM menjadi titik paling rentan. Warga di kawasan tersebut kini bergantung pada jadwal pengiriman tangki BPBD untuk kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top