SEMARANG — Sebanyak 424 mahasantri Ma'had Aly dan 58 santri penggerak menerima bantuan biaya pendidikan dari Pemprov Jawa Tengah. Penyerahan dilakukan bersamaan dengan pembekalan penerima di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut beasiswa menyasar dua kelompok berbeda. Mahasantri Ma'had Aly adalah santri yang menempuh kuliah di lingkungan pesantren, sementara santri penggerak adalah mereka yang aktif tinggal dan berkegiatan di pesantren.
"Hari ini kita serahkan beasiswa terkait program Pesantren Obah. Di antaranya beasiswa Ma'had Aly untuk santri yang kuliah di pesantren serta beasiswa santri penggerak yang aktif dan tinggal di pesantren," kata Luthfi.
Luthfi menilai santri punya pemahaman terhadap tradisi keilmuan, kearifan lokal, dan metode pembelajaran pesantren. Pengalaman itu dinilai menjadi bekal penting, terutama bagi mahasantri yang juga menempuh pendidikan tinggi.
"Santri adalah garda terdepan, tidak hanya ilmu dunia dan akhirat tetapi juga menjaga NKRI dari degradasi moral generasi muda," ujarnya.
Pernyataan itu menempatkan beasiswa bukan sekadar bantuan biaya kuliah. Pemprov Jateng memposisikan program Pesantren Obah sebagai instrumen pembinaan generasi muda di lingkungan pesantren.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menambahkan, program beasiswa tidak berhenti pada urusan biaya pendidikan. Pemprov ingin membangun kolaborasi antara mahasiswa perguruan tinggi umum dan mahasantri yang menempuh pendidikan berbasis pesantren.
Salah satu peluang yang disiapkan adalah menggabungkan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa perguruan tinggi umum dengan mahasantri Ma'had Aly. Lewat kolaborasi itu, keduanya diharapkan bertukar pandangan dan bersama-sama memahami kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
"Kami ingin memadukan, ingin mengajak kolaborasi. Nanti KKN dari kampus umum dan KKN dari Ma'had Aly bisa kita gabungkan. Mungkin nanti satu bertemu di daerah yang dibutuhkan, mereka bisa berdiskusi di sana," kata Taj Yasin.
Penyaluran beasiswa berlangsung menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2026. Pemprov Jateng belum merinci besaran nominal bantuan yang diterima tiap penerima maupun mekanisme pencairan selanjutnya.
Yang jelas, 482 penerima telah menerima pembekalan pada acara yang sama. Program Pesantren Obah dengan demikian menyentuh dua jalur pendidikan santri sekaligus: jalur perguruan tinggi berbasis pesantren dan jalur pengabdian di lingkungan pesantren.