JAWA TENGAH — Enam SUV listrik Cadillac Escalade IQ hangus dalam kebakaran di dealer Frank Kent Cadillac, Fort Worth, Texas, dengan nilai kendaraan yang terdampak ditaksir melewati 600 ribu dolar AS. Petugas pemadam butuh hampir 18 jam untuk mengendalikan api, menyoroti tantangan penanganan kebakaran kendaraan listrik yang berbeda dari mobil berbahan bakar konvensional. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang juga merusak dua kendaraan lain di lokasi.
Departemen Pemadam Kebakaran Fort Worth belum memastikan penyebab kebakaran yang terjadi pada siang hari dan berlanjut hingga malam. Enam unit yang dilalap api seluruhnya merupakan SUV listrik Cadillac Escalade IQ, model yang dibanderol di atas 127 ribu dolar AS per unit di pasar Amerika Serikat.
Tim pemadam mencatat total durasi penanganan mencapai 17 jam 33 menit. Selain menyemprotkan air dalam volume besar, petugas menutup kendaraan dengan selimut khusus untuk membatasi kobaran api sambil menyingkirkan mobil lain di sekitarnya.
Dua kendaraan lain di lokasi mengalami kerusakan akibat insiden tersebut. Dealer menyebut potensi kerugian bisa jauh lebih besar bila api menyebar ke puluhan mobil lain yang terparkir di area atau ke bangunan showroom.
Departemen pemadam setempat menjelaskan api pada kendaraan listrik dapat membakar jauh lebih panas dibanding kebakaran biasa. Paket baterai yang tertutup rapat menyulitkan air menjangkau sumber panas di dalam sel.
Meski demikian, data menunjukkan insiden kebakaran kendaraan listrik terjadi jauh lebih jarang dibanding mobil bermesin pembakaran. Kasus di Fort Worth ini lebih menyoroti persoalan prosedur penanganan, bukan frekuensi kejadian.
Frank Kent Cadillac menyampaikan terima kasih kepada petugas pertama melalui akun Facebook resminya. Dealer memuji respons cepat yang dinilai berhasil mencegah api menyebar ke bisnis tetangga dan area padang rumput di sekeliling lokasi.
"Kami berutang terima kasih besar kepada para petugas pertama, yang respons cepat dan tindakan tegasnya berhasil mengendalikan api sebelum menyebar ke bisnis tetangga atau padang rumput di sekitarnya," tulis pihak dealer dalam pernyataan tersebut.
Insiden ini juga menjadi perhatian produsen lain. Stellantis baru-baru ini mengajukan paten yang memungkinkan pelepasan paket baterai rusak dari kendaraan secara cepat, salah satu upaya mengurangi risiko penanganan kebakaran baterai di kemudian hari.
Kebakaran di dealer tidak otomatis mencerminkan risiko harian pemilik kendaraan listrik. Yang perlu dicatat justru kesiapan prosedur darurat di tingkat bengkel, dealer, dan petugas pemadam, terutama saat kendaraan listrik makin banyak masuk pasar.
Untuk pasar Indonesia, tantangan serupa relevan seiring bertambahnya populasi kendaraan listrik. Kesiapan peralatan dan pelatihan penanganan kebakaran baterai di dealer serta unit pemadam menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda.