Investasi Pariwisata Indonesia Tumbuh 16,64%, Pemerintah Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun

Penulis: Oki Setiawan  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:34:32 WIB
Investasi sektor pariwisata Indonesia tumbuh 16,64% dengan nilai Rp73,55 triliun sepanjang 2025.

JAWA TENGAH — Investasi sektor pariwisata Indonesia tumbuh 16,64% atau lebih dari dua kali lipat laju investasi nasional, dengan nilai mencapai Rp73,55 triliun sepanjang 2025. Pemerintah menyiapkan paket stimulus Rp26,34 triliun berisi potongan harga transportasi dan insentif pajak untuk mendorong perjalanan wisata dalam negeri. Target kunjungan wisatawan mancanegara 2026 dipatok 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo membacakan keynote speech Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto pada Jakarta Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 di Jakarta, Kamis (15/10). Dalam paparan itu, pemerintah menegaskan pariwisata tetap menjadi salah satu sektor strategis penggerak ekonomi nasional.

Ekonomi Stabil Jadi Fondasi

Pada semester I 2026, perekonomian nasional tumbuh 5,45%, tertinggi di antara negara-negara G20. Inflasi September 2026 tercatat 3,28%, sedangkan investasi tumbuh 7,2% menjadi Rp1.010,6 triliun.

Lebih dari separuh realisasi investasi tersebut berada di luar Pulau Jawa. Pertumbuhan ekonomi yang bertahan di atas 5% selama lima kuartal berturut-turut mencerminkan kuatnya permintaan domestik dan berlanjutnya aktivitas investasi.

Kinerja Pariwisata di Tengah Perlambatan Global

Kunjungan wisatawan internasional secara global pada semester I 2026 hanya meningkat 0,4%. Kawasan Timur Tengah turun 22% dan Asia Tenggara terkoreksi 1%.

Indonesia mencatat pertumbuhan kunjungan 5,71% pada periode yang sama. Tren berlanjut hingga Agustus 2026 dengan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta atau naik 5,38% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka itu mendekati 99% dari tingkat kunjungan periode sebanding sebelum pandemi. Sepanjang 2025, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan dengan devisa pariwisata USD18,28 miliar.

Sektor ini menopang 25,91 juta lapangan kerja, dengan kontribusi langsung terhadap PDB 3,97% dan nilai investasi Rp73,55 triliun. Hingga Agustus 2026, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta perjalanan atau meningkat 4,29%, sementara devisa pariwisata semester I 2026 tercatat USD8,43 miliar.

Stimulus dan Insentif untuk Wisatawan

Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun. Isinya mencakup potongan harga transportasi dan insentif perpajakan untuk mendorong perjalanan wisata dalam negeri.

Dukungan lain diberikan berupa keringanan Pajak Penghasilan (PPh) bagi 552.000 pekerja sektor perhotelan. Pengembangan keterampilan juga ditujukan bagi 400.000 tenaga kerja pariwisata setiap tahun.

Perluasan akses visa dan peningkatan konektivitas udara turut menjadi bagian upaya memperkuat aksesibilitas destinasi.

Target 2026 dan Penguatan Industri MICE

Pada 2026, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan. Kontribusi pariwisata terhadap PDB ditargetkan 4,5%–4,7%.

Pencapaian target tersebut membutuhkan kebijakan terkoordinasi, baik untuk meningkatkan permintaan perjalanan maupun memperbaiki kualitas dan daya saing destinasi.

"Kami juga ingin menyoroti betapa mendesaknya inovasi dan efisiensi di sektor pariwisata Indonesia. Pemerintah akan mengembangkan ekosistem yang mendorong pelaku usaha pariwisata untuk menghasilkan desain produk kreatif dengan harga yang kompetitif," ujar Dradjad.

Dampak bagi Perencana Liburan

Bagi traveler, insentif transportasi dan keringanan pajak berpotensi menekan biaya perjalanan domestik pada 2026. Perluasan akses visa dan rute udara baru juga membuka lebih banyak pilihan destinasi.

Informasi terkini soal besaran potongan harga dan skema insentif dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi Kementerian Pariwisata serta dinas pariwisata daerah.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: vibizmedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top