SOLO — Kontingen Indonesia yang terdiri dari 103 atlet dibagi ke dalam 12 cabang olahraga (cabor) untuk berlaga di Asian Para Games 2026. National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menetapkan target 7 medali emas, 8 perak, dan 17 perunggu berdasarkan evaluasi capaian latihan serta hasil kualifikasi resmi.
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, memastikan seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung telah menjalani masa latihan intensif. Menurut Reda, kesiapan fisik dan mental menjadi modal utama menghadapi persaingan di Aichi-Nagoya.
"Seluruh atlet Indonesia yang berpartisipasi telah siap secara fisik dan mental untuk berjuang meraih prestasi tertinggi di Aichi-Nagoya," ujar Reda dalam sambutannya.
Dari total 103 atlet, cabor para atletik menempatkan perwakilan terbanyak dengan 25 atlet. Posisi berikutnya diisi para bulu tangkis (15 atlet), para renang (12), para angkat berat (10), dan para tenis meja (9).
Sisanya tersebar di para panahan (7), para judo (7), boccia (5), para balap sepeda (5), para menembak (3), anggar kursi roda (3), serta para taekwondo (2). Komposisi ini menjadikan para atletik sebagai lumbung medali utama kontingen.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir hadir langsung dalam acara pelepasan dan memacu semangat para atlet. Erick mendorong kontingen tidak hanya mengejar peringkat Asia, tetapi juga menggeser dominasi Thailand di level Asia Tenggara.
Erick mengungkapkan, sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Para Games, Indonesia telah mengumpulkan 76 medali emas, sementara Thailand mengoleksi 91 emas.
"Selalu ada momok olahraga nasional kita, yaitu Thailand dengan 91 emas. Selisih 15 emas. Saya berharap ke depan kita perlahan-lahan merebut predikat nomor satu di Asia Tenggara. Kita bisa," tegas Erick.
Menpora menambahkan, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh memenuhi seluruh kebutuhan dan fasilitas kontingen. Jaminan itu berlaku sejak masa persiapan hingga kompetisi berlangsung di Jepang.
Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya menjadi ajang pembuktian bagi kontingen Indonesia setelah melalui serangkaian kualifikasi resmi. Target 10 besar Asia dan 32 medali menjadi tolok ukur keberhasilan skuad Merah Putih di Negeri Sakura.