Kontingen Indonesia Berangkat dari Solo ke Asian Para Games Nagoya, Target 7 Emas dengan 219 Atlet dan Ofisial

Penulis: Lukman Hakim  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:31:01 WIB
Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games Nagoya 2026 dilepas dari Pendopo Balaikota Surakarta.

SURAKARTA — Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games Nagoya 2026 dilepas dari Pendopo Balaikota Surakarta pada Selasa, 13 Oktober 2026. Sebanyak 219 personel terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial akan bertarung di 12 cabang olahraga selama gelaran 18-24 Oktober 2026. Chief de Mission Reda Manthovani memimpin langsung prosesi pengukuhan dan pemberangkatan bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

Target yang dibebankan ke kontingen kali ini terbilang spesifik: 7 emas, 8 perak, dan 17 perunggu. Reda menyebut angka itu sudah melalui perhitungan matang berdasarkan hasil pelatihan para atlet selama masa persiapan.

Andalan di Tiga Cabor: Buku Tangkis, Boccia, dan Atletik

Reda menyebut tiga cabang yang diharapkan menjadi penyumbang medali utama. "Andalannya kita punya buku tangkis, boccia, dan atletik. Mudah-mudahan bisa mencapai target karena selama pelatihan sudah sesuai dan kami yakin dapat memenuhi harapan itu," katanya dalam acara di Pendopo Balaikota Surakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Dari total 219 personel yang diberangkatkan, 50 di antaranya berasal dari Jawa Tengah. Komposisi itu menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan kontribusi wakil terbesar untuk kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games kelima ini.

34 Atlet Disabilitas Jateng Sudah Berangkat Lebih Dulu

Sebanyak 34 atlet disabilitas dan 16 pelatih atau ofisial asal Jawa Tengah sudah diberangkatkan lebih awal pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Pemberangkatan terpisah itu dilakukan untuk menyesuaikan jadwal aklimatisasi sebelum pertandingan dimulai.

Sementara rombongan utama mengikuti rangkaian pengukuhan yang dipimpin Menpora Erick Thohir sebelum bertolak ke Nagoya. Erick memastikan seluruh atlet dan pelatih telah menjalani persiapan matang menghadapi gelaran di Jepang.

Nagoya Dinilai Lebih Siap Dibanding Tuan Rumah Asian Games Sebelumnya

Erick menyoroti kesiapan Nagoya sebagai tuan rumah, terutama setelah beberapa kendala yang muncul pada penyelenggaraan Asian Games sebelumnya. "Di Nagoya sudah jauh lebih baik dari ketika Asian Games. Insya Allah kondisinya tidak ada masalah. Saya sudah menyaksikan juga beberapa fasilitas baik," ujarnya.

Asian Para Games Nagoya 2026 menjadi edisi kelima ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia. Kontingen Indonesia berangkat dengan komposisi yang menempatkan Jawa Tengah sebagai lumbung atlet terbesar, sebuah posisi yang menuntut pembuktian di lapangan.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top