Warung Lontong Tetel Buka Cabang di Dieng Kulon, 80 Persen Karyawan Warga Lokal

Penulis: Oki Setiawan  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 12:01:01 WIB
Warung Lontong Tetel resmi membuka cabang di Dieng Kulon, Banjarnegara.

BANJARNEGARA — Pemilik Warung Lontong Tetel, Istiana Yudha Pratama, menyebut pembukaan cabang di Dieng Kulon bertujuan agar wisatawan betah berlama-lama di kawasan dataran tinggi tersebut. Selain menikmati keindahan alam dan budaya, pengunjung kini punya pilihan kuliner berkuah yang cocok disantap di tengah suhu dingin.

Menu andalan yang disajikan adalah lontong tetel dengan varian kuah original dan pedas. Ada pula menu pendamping seperti tempe kemul, geblek, segotel cabai gendot, serta minuman khas Carica.

Resep Warisan dari Almarhumah Ibunda Pemilik

Yudha menceritakan, resep Lontong Tetel yang disajikan merupakan warisan turun-temurun dari almarhumah ibunya, Sunarti. Olahan berkuah ini dinilai sangat cocok untuk menghangatkan tubuh di tengah suhu dingin Dieng.

"Kami ingin memfasilitasi wisatawan agar betah dan berlama-lama di Dieng. Selain menikmati keindahan alam dan budaya, mereka juga bisa menikmati keragaman kuliner, salah satunya sajian Lontong Tetel yang segar dan kemlecer," ujar Yudha di sela acara grand opening, Sabtu (3/10/2026).

16 Karyawan Direkrut, 80 Persen Warga Dieng Kulon

Pembukaan cabang baru ini mengusung misi pemberdayaan masyarakat setempat. Sebanyak 80 persen dari total 16 karyawan yang direkrut merupakan warga Dieng Kulon dan sekitarnya.

Pihaknya juga bermitra dengan petani serta peternak lokal di kawasan Batur untuk pasokan sayuran, cabai gendot, hingga daging dan tetelan. Kemitraan ini memastikan bahan baku diperoleh dari lingkungan sekitar warung.

Antusiasme Pengunjung di Hari Pertama

Kehadiran cabang anyar ini disambut antusias oleh para pengunjung. Salah seorang pembeli asal Wonosobo, Novi, mengaku terkesan saat pertama kali mencicipi hidangan Lontong Tetel di cabang Dieng.

Cabang Dieng Kulon menambah daftar pilihan kuliner di kawasan wisata dataran tinggi yang selama ini dikenal dengan suhu dinginnya. Wisatawan yang sebelumnya harus turun ke Wonosobo untuk menikmati Lontong Tetel kini bisa langsung menyantapnya di lokasi.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top