SEMARANG — Malam tidak menyurutkan langkah warga Jawa Tengah mendatangi Lapangan Simpang Lima. Sejak seleksi babak penyisihan cabang seni baca Al Quran golongan dewasa dimulai, kursi-kursi di area lapangan terisi penuh. Lantunan qari dan qariah bergantian mengisi udara malam Semarang.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memilih turun langsung ke kerumunan ketimbang duduk di barisan tamu. Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menyapa warga satu per satu dan menanyakan pengalaman mereka mengikuti rangkaian MTQ Nasional di kota ini. Ia juga menghampiri sejumlah kafilah dari luar Jawa Tengah yang datang bersama keluarga.
Nabil, warga Semarang, mengaku sengaja datang ke Simpang Lima untuk menonton seleksi cabang seni baca Al Quran. Alasan utamanya bukan sekadar hiburan. Ia ingin mengobati kerinduan pada suasana pesantren yang dulu ia jalani.
"Saya dulu santri di pondok, dari SD, SMP, SMA, luar biasa bisa menyaksikan langsung suara para qari dan qariah di ajang MTQ Nasional," katanya.
Penonton lain, Rafi Pratama, menyebut kehadiran MTQ Nasional di kotanya sebagai penantian panjang. Siswa MAN 2 Semarang itu datang bersama teman-temannya dan mengaku mendapat pengalaman yang tidak biasa.
"Senang sekali, karena ini adalah penantian yang lama, untuk jadi tuan rumah," kata Rafi.
"Keren, bagus, menyenangkan, seru," ujarnya menambahkan.
Di antara penonton, terlihat sejumlah keluarga kafilah dari provinsi lain. Mereka datang bukan untuk bertanding, melainkan menemani dan menyemangati anggota keluarga yang turut serta di ajang tingkat nasional. Gus Yasin menyempatkan menyapa mereka satu per satu.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama panitia penyelenggara sebelumnya terus mematangkan persiapan seremonial penutupan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Penutupan dijadwalkan berlangsung di Lapangan Simpanglima Kota Semarang pada Sabtu malam, 19 September 2026.
Panitia memastikan acara penutupan berlangsung meriah dengan sejumlah kejutan dan hiburan bagi masyarakat. Konsep seremonialnya dirancang mirip dengan kemegahan acara pembukaan, mulai dari sajian tari pembuka, tari kolaborasi, hingga penampilan grup musik pendukung.
"Kami menyiapkan acara agar masyarakat lebih bahagia saat mengikuti penutupan MTQ kali ini," ujar Taj Yasin.
Warga Semarang yang belum sempat menyaksikan babak penyisihan masih punya kesempatan menonton langsung rangkaian lomba sebelum seremoni penutupan digelar. Panitia mengimbau penonton datang lebih awal mengingat kepadatan di sekitar Simpang Lima pada malam penutupan diperkirakan meningkat.