JAWA TENGAH — Data perdagangan Stockbit pukul 09.02 WIB menunjukkan indeks sempat menyentuh 6.549,60 sebelum tertekan ke 6.482,37. Nilai transaksi awal tercatat Rp 934,13 miliar dengan volume 14,05 juta lot saham.
Aliran dana asing masih keluar. Pada perdagangan sebelumnya, net foreign sell mencapai Rp 337,44 miliar di seluruh pasar.
Tekanan jual merata di sembilan dari sepuluh sektor. Sektor keuangan menjadi pemberat utama dengan penurunan 1,08%, disusul industri dasar dan energi yang masing-masing melemah 0,63%.
Berikut rincian pergerakan sektor pada pembukaan:
Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham mencetak kenaikan signifikan. PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) memimpin dengan lonjakan 22,77% ke level 620 per saham.
PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) meroket 22,41% ke level 2.950 per saham. Saham PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) naik 19,80% ke 236, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) melonjak 19,68% ke 7.450, dan PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) terkerek 14,71% ke 234.
Di kubu sebaliknya, PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) anjlok 10,00% ke level 486 per saham. PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) merosot 5,74% ke 1.805, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) tertekan 5,14% ke 332, PT Pakuan Tbk (UANG) turun 5,10% ke 3.350, dan PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK) terkoreksi 4,80% ke 238.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai IHSG masih membentuk struktur bullish setelah rebound dari wave (iv) dengan pola dragonfly doji candle pada perdagangan sebelumnya.
"Berdasarkan indikator, MA20&60 berada dalam kondisi bullish crossover, sementara Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal negatif. Namun demikian, volume mulai mengalami penaikan," ujar Nafan dalam risetnya.
Nafan memprediksi IHSG bergerak variatif hari ini, dengan support di level 6.453 dan 6.353, serta resistance di 6.552 dan 6.695. Ia mengimbau investor mencermati tiga variabel: harga minyak dunia, arah yield US Treasury dan dolar AS, serta respons kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.
"Apabila eskalasi geopolitik mulai mereda sehingga harga minyak turun dan yield global kembali stabil, bahkan fundamental domestik mampu memberikan penyangga, maka tekanan terhadap IHSG berpeluang mereda," jelasnya.
Dari sisi domestik, Nafan menilai respons awal pasar terhadap pengangkatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan cenderung positif, meski masih bersifat jangka pendek. Rebound IHSG setelah koreksi dalam dinilai menunjukkan pelaku pasar mulai melihat pergantian tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas fiskal.
"Apalagi Suahasil merupakan figur teknokrat yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan," katanya.
Pasar akan mencermati kemampuan Menkeu baru menjaga kredibilitas APBN, disiplin fiskal, stabilitas rupiah, dan konsistensi komunikasi kebijakan. Respons positif kemarin disebut sebagai sinyal awal meredanya ketidakpastian, tetapi investor masih menunggu bukti melalui implementasi kebijakan.
Investasi mengandung risiko.