Pertamina Patra Niaga Proyeksi Harga Pertamax Sentuh Rp20 Ribu per Liter

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Sabtu, 12 September 2026 | 09:35:01 WIB
Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyampaikan proyeksi harga Pertamax dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

JAWA TENGAH — Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyatakan lonjakan tersebut tidak terlepas dari harga minyak mentah dunia yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

"Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada, indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," ujar Eko dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

Selat Hormuz Jadi Pemicu Utama

Eko menilai krisis energi yang dihadapi dunia saat ini jauh lebih berat dibandingkan periode perang Rusia-Ukraina. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah disebutnya memicu efek domino yang lebih parah terhadap pasar energi global.

"Perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil ya," ujarnya.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada ketersediaan dan harga minyak mentah di pasar internasional.

Harga Minyak Dunia Tembus US$108 per Barel

Brent naik US$1,05 atau 1 persen menjadi US$108,68 per barel pada Jumat ini, mengutip Reuters. Sementara West Texas Intermediate (WTI) AS naik 95 sen atau 1 persen ke US$103,45 per barel.

Kedua acuan harga minyak tersebut sebelumnya melonjak lebih dari 6 persen pada perdagangan Kamis (10/9). Secara mingguan, Brent dan WTI masing-masing menguat hampir 13 persen — kenaikan tertinggi sejak pekan yang berakhir 17 Juli lalu.

Level US$100 per barel terakhir kali bertahan hingga akhir pekan hampir empat bulan lalu. Kini harga diproyeksikan mengakhiri pekan di atas level tersebut.

Harapan Harga Turun ke US$60–70 per Barel

Eko berharap harga minyak dunia bisa kembali ke level US$60–70 per barel seperti sebelum krisis geopolitik di Timur Tengah meletus.

"Kalau berharap turun 70 dolar per barel atau 60 dolar per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang," ujarnya.

Bagi konsumen, kenaikan harga BBM nonsubsidi berarti biaya transportasi dan operasional kendaraan pribadi maupun bisnis berpotensi naik. Pemilik kendaraan berbahan bakar Pertamax dan Pertamina Dex perlu bersiap menghadapi penyesuaian harga di SPBU dalam waktu dekat.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top