JAWA TENGAH — Apple kembali kehilangan salah satu eksekutif seniornya. Phil Schiller, sosok yang memimpin App Store sejak 2015, resmi mundur dari jabatannya pada Senin (31/8). Ia tidak pergi jauh—Schiller tetap bertahan di perusahaan sebagai Apple Fellow, posisi khusus yang biasanya diberikan kepada karyawan dengan kontribusi teknis atau kepemimpinan signifikan.
Seiring mundurnya Schiller, Apple langsung mengumumkan perubahan struktur organisasi. Pekerjaan harian App Store kini didelegasikan kepada Carson Oliver, karyawan yang telah 14 tahun mengabdi dan terlibat sejak layanan tersebut pertama kali dibangun.
Perubahan yang lebih mendasar: App Store dipindahkan dari departemen pemasaran ke divisi layanan yang dipimpin Eddy Cue. Ini pertama kalinya unit bisnis aplikasi berada di luar kendali pemasaran sejak diluncurkan pada 2008.
Status Apple Fellow yang disandang Schiller terbilang istimewa. Di internal perusahaan, peran ini dianggap sebagai jenjang tertinggi sebelum pensiun—sebuah pengakuan atas dedikasi jangka panjang. Schiller sendiri sudah bergabung dengan Apple sejak 1987, dengan jeda empat tahun sebelum kembali memimpin pemasaran dan kemudian App Store.
Belum ada keterangan resmi mengenai cakupan pekerjaan Schiller dalam peran barunya. Yang jelas, ia tetap terlibat dalam pengawasan App Store meski tidak lagi memegang kendali penuh.
Masa kepemimpinan Schiller di App Store tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Salah satu momen paling menentukan adalah gugatan antimonopoli dari Epic Games pada 2020. Pengembang Fortnite itu menuduh Apple memonopoli sistem pembayaran dalam toko aplikasi, memaksa developer menggunakan mekanisme pembayaran resmi dengan komisi hingga 30%.
Pengadilan akhirnya menolak tuduhan tersebut dan secara garis besar memenangkan Apple. Namun kasus ini membuka diskusi global tentang praktik komisi toko aplikasi, termasuk di Indonesia yang memiliki ekosistem developer aplikasi yang berkembang pesat.
Pengunduran diri Schiller menjadi bagian dari rentetan kepergian petinggi Apple dalam setahun terakhir. Beberapa nama besar yang lebih dulu hengkang:
Jeff Williams, direktur operasional, pensiun pada Desember setelah 27 tahun mengabdi. Kate Adams, penasihat umum perusahaan, juga meninggalkan jabatannya di bulan yang sama. Sebelumnya, kepala Apple Pay Jennifer Bailye mundur pada Oktober setelah dua dekade berkarier. Paul Maede, VP produk headset Vision Pro, bahkan dilaporkan hijrah ke OpenAI pada Juni—diikuti sekitar 100 karyawan divisinya yang mengundurkan diri.
CEO Apple yang baru, John Ternus, kini menghadapi pekerjaan rumah besar: mengisi kembali posisi-posisi kunci yang ditinggalkan para eksekutif senior. Pengalaman Ternus yang sebelumnya menangani pengembangan perangkat keras diharapkan mampu membawa stabilitas di tengah transisi kepemimpinan ini.
Bagi pengguna dan pengembang aplikasi di Indonesia, perombakan ini patut dipantau. Pergeseran App Store ke divisi layanan bisa berdampak pada kebijakan komisi, kecepatan review aplikasi, dan arah pengembangan fitur toko aplikasi ke depan. Meski perubahan besar jarang terjadi dalam waktu singkat, arah strategis baru biasanya mulai terlihat dalam 6-12 bulan ke depan.