Lomba Balap Ojek Gabah di Blora Lintasi Jalan Setapak 4 Kilometer, 12 Kelompok dari 3 Kabupaten Ikut Serta

Penulis: Oki Setiawan  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 22:58:32 WIB
Peserta lomba balap ojek gabah Bangkelan Gurudesa Cup 2026 menantang lintasan pematang sawah sepanjang empat kilometer di Desa Sidorejo, Blora.

BLORA — Lomba bertajuk Bangkelan Gurudesa Cup 2026 itu tidak hanya diikuti warga Blora. Sejumlah peserta datang dari Kabupaten Ngawi dan Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka dikenal sebagai komunitas Combi yang sehari-hari akrab dengan medan persawahan di Desa Sidorejo dan desa-desa sekitarnya.

Para pengemudi ojek gabah ini memiliki peran penting bagi petani saat musim panen tiba. Mereka mengangkut gabah dari area persawahan menuju jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada para pegiat pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan di daerah.

Bukan Lintasan Aspal, Peserta Menantang Pematang Sawah

Berbeda dari lomba balap sepeda motor pada umumnya, para peserta tidak berlomba di lintasan aspal. Mereka harus menempuh rute hampir empat kilometer yang dimulai dari depan hamparan kafe dan kembali finis di lokasi yang sama.

Sepanjang jalur, warga berjejer memberikan dukungan. Salah seorang pengunjung, Tina, mengaku terhibur melihat aksi para peserta yang harus menjaga keseimbangan motor di tengah beban karung gabah. Menurutnya, lomba semacam ini rutin digelar tiap tahun dan kali ini terasa lebih meriah karena pesertanya berasal dari luar daerah.

Peserta Tercepat Belum Tentu Juara

Panitia menerapkan aturan unik dalam menentukan pemenang. Kelompok yang pertama mencapai garis finis belum tentu keluar sebagai juara karena penilaian utama justru pada kekompakan dan kerja sama antaranggota tim.

Kemampuan menjaga keseimbangan, mengatur strategi, serta menyelesaikan lintasan secara bersama-sama menjadi faktor penentu. Untuk meraih kemenangan, seluruh anggota tim harus tiba di garis finis dalam kondisi lengkap dan tidak ada yang tertinggal.

Kades: Bentuk Apresiasi untuk Petani dan Pengangkut Hasil Panen

Kepala Desa Sidorejo, Agung Heri Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud penghargaan kepada para petani dan pengemudi ojek gabah yang selama ini membantu proses distribusi hasil panen, terutama bagi lahan pertanian yang lokasinya jauh dari jalan raya.

"Ini untuk mengapresiasi para pegiat pertanian yang telah mendukung program ketahanan pangan. Selain menghibur, ini juga untuk menunjukkan kekompakan mereka dalam tim yang biasanya mengangkut atau ojek gabah bagi petani yang lokasinya jauh dari jalan raya," ujar Agung.

Lewat lomba ini, aktivitas para pengangkut hasil panen yang menjadi bagian penting dalam rantai produksi pangan di wilayah pedesaan mendapat sorotan sekaligus hiburan bagi masyarakat luas.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top