DPRD Pati Minta Dinas Petakan Kebutuhan Dapur MBG Agar Telur Peternak Lokal Terserap

Penulis: Oki Setiawan  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:45:32 WIB
Ketua DPRD Pati Ali Badrudin menyampaikan permintaan pemetaan kebutuhan dapur MBG dalam audiensi bersama asosiasi peternak unggas di gedung DPRD Pati, Selasa (18/8/2026).

PATI — Ketua DPRD Pati Ali Badrudin meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kapasitas produksi peternak unggas lokal. Permintaan ini mengemuka dalam audiensi bersama asosiasi peternak unggas di gedung DPRD Pati, Selasa (18/8/2026).

Ali menegaskan, pemetaan ini menjadi kunci agar hasil peternakan masyarakat Pati, khususnya telur, bisa terserap oleh program nasional tersebut. Tanpa data yang akurat, dikhawatirkan pasokan dapur MBG justru dipenuhi dari luar daerah.

“Harus ada pemetaan dapur MBG. Kita harus mengetahui kebutuhan dapur dan kemampuan peternak lokal, sehingga hasil peternakan masyarakat Pati bisa terserap,” ujarnya.

Peternak Minta Data dan Geotagging Diperbarui

Dalam kesempatan yang sama, DPRD juga menyoroti perlunya pendataan ulang serta geotagging terhadap peternak unggas di Pati. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan data produksi yang akurat dan memudahkan koordinasi pasokan.

“Monggo ini nanti agar segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Supaya harga pakan stabil dan hasil ternak bisa terserap oleh dapur-dapur MBG,” tandas Ali.

Harga Pakan Jadi Sorotan Utama

Selain soal penyerapan telur, DPRD Pati turut menyoroti tingginya harga pakan yang membebani biaya produksi peternak. Kondisi ini dinilai menggerus margin keuntungan dan berpotensi menurunkan jumlah produksi telur di tingkat peternak rakyat.

Untuk mengatasi hal tersebut, DPRD mendorong Pemkab Pati membuka pasar baru bagi hasil ternak. Salah satu yang disarankan adalah menjalin koordinasi dengan pengelola pasar modern agar produk peternak lokal memiliki kanal distribusi yang lebih luas dan stabil.

Dengan adanya kepastian pasar dan stabilisasi harga pakan, diharapkan produksi telur di Pati tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dapur MBG, tetapi juga menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top