PATI — Kesadaran menjaga kesehatan gigi anak tidak bisa menunggu sampai keluhan muncul. UPTD Puskesmas Pati I menjawab tantangan itu dengan meluncurkan DEK DISKA+, sebuah sistem skrining berbasis digital yang membantu tenaga kesehatan mendeteksi dini risiko karies gigi pada anak balita.
Inovasi ini mengubah alur pemeriksaan konvensional menjadi lebih praktis. Petugas cukup menggunakan smartphone atau tablet yang terhubung internet untuk mengakses laman resmi Puskesmas Pati I dan memilih menu DEK DISKA+.
Proses pemeriksaan dimulai dengan pengisian identitas anak dan kuesioner seputar kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan gigi. Setelah data lengkap, petugas dapat langsung melihat hasil melalui menu "Cek Pemeriksaan".
Hasil skrining tidak hanya menampilkan kategori risiko, tetapi juga menyertakan saran yang bisa dijadikan dasar edukasi kepada orang tua. Dengan begitu, langkah pencegahan bisa dilakukan lebih awal tanpa menunggu gangguan gigi semakin parah.
Salah satu keunggulan DEK DISKA+ adalah fitur pendukung berupa video tutorial cara menyikat gigi yang benar. Media audiovisual ini disiapkan agar orang tua dan anak lebih mudah memahami sekaligus mempraktikkan kebiasaan membersihkan gigi secara baik dan benar di rumah.
Anak yang teridentifikasi memiliki risiko tinggi tidak berhenti pada tahap pemeriksaan. Mereka akan mendapatkan edukasi lanjutan dan tindak lanjut sesuai kebutuhan, sehingga penanganan bisa lebih terarah.
Seluruh hasil skrining terekapitulasi dalam database Puskesmas Pati I. Data tersebut tidak sekadar menjadi arsip catatan, melainkan dimanfaatkan sebagai dasar penentuan intervensi yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat.
Kepala UPTD Puskesmas Pati I menegaskan bahwa teknologi dalam inovasi ini bukanlah tujuan akhir. Teknologi diposisikan sebagai alat bantu bagi tenaga kesehatan dan orang tua untuk mengenali risiko kesehatan gigi anak lebih awal.
Dengan sistem yang terintegrasi, edukasi kesehatan gigi diharapkan tidak hanya berlangsung saat anak berkunjung ke fasilitas kesehatan. Orang tua pun didorong memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kondisi gigi anak serta langkah preventif yang bisa dilakukan sejak dini.
Kesehatan gigi merupakan bagian tak terpisahkan dari tumbuh kembang dan kualitas hidup anak. Membangun kebiasaan menjaga kebersihan gigi sejak usia dini membutuhkan peran bersama antara tenaga kesehatan, orang tua, dan lingkungan sekitar anak.
Melalui DEK DISKA+, Puskesmas Pati I berupaya menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong keluarga menjadikan kesehatan gigi sebagai bagian dari gaya hidup sehat, bukan sekadar pengobatan ketika masalah sudah terjadi.