KKN Undip Dampingi Petani Getasan Urus Sertifikasi Prima 3 demi Pasok Program MBG

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:41:01 WIB
Mahasiswa KKN-T 112 Undip mendampingi petani Getasan dalam pengajuan Sertifikasi Prima 3 untuk memenuhi standar pasokan program Makan Bergizi Gratis.

SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 112 Universitas Diponegoro (Undip) turun tangan mengawal proses pengajuan Sertifikasi Prima 3 bagi petani mitra di Dusun Kaliduren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Program yang diusung bertajuk "Akselerasi Sertifikasi Prima 2/3 melalui Standardisasi Ozonasi Berbasis GHP di Rumah Kemas Hortizon Merbabu" ini resmi dimulai melalui serah terima mahasiswa pada Senin (6/7/2026).

Sertifikasi Prima 3 menjadi fokus utama lantaran petani binaan, Sugiyono, berperan sebagai penyedia bahan pangan untuk program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Konsekuensinya, jaminan keamanan dan mutu produk menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi sejak tahap pascapanen.

Teknologi Ozonisasi untuk Jaga Kesegaran Produk

Dalam proses produksinya, mitra telah mengadopsi teknologi ozonisasi pada tahap pascapanen. Teknologi ini dimanfaatkan untuk menjaga kualitas hasil hortikultura sebelum produk didistribusikan ke konsumen.

Mahasiswa KKN-T 112 Undip kemudian terlibat langsung dalam berbagai tahapan pendampingan. Mulai dari pendampingan administrasi pengajuan sertifikasi, hingga standardisasi proses di rumah kemas agar sesuai dengan pedoman Good Handling Practices (GHP).

Mengapa Sertifikasi Ini Krusial bagi Petani Lokal?

Keberadaan Sertifikasi Prima 3 bukan sekadar formalitas administrasi. Bagi petani di lereng Merbabu, sertifikat ini menjadi tiket masuk untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk memenuhi standar pengadaan pemerintah.

Dengan terlibatnya petani Kaliduren dalam rantai pasok program MBG, jaminan mutu menjadi harga mati. Pendampingan dari akademisi diharapkan mampu memastikan produk yang dikirimkan memenuhi standar keamanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan daya saing produk hortikultura khas Getasan di pasar yang lebih kompetitif.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top