Inter Dapat Djed Spence dengan Harga Murah, Tottenham Dikritik karena Jual Pemain Piala Dunia di Bawah Harga Pasar

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 02:41:01 WIB
Inter Milan resmi mengontrak Djed Spence dari Tottenham Hotspur dengan nilai transfer di bawah harga pasar.

JAWA TENGAH — Kesabaran Inter Milan dalam bernegosiasi membuahkan hasil manis. Setelah gagal mengejar target utama Marco Palestra yang memilih Chelsea, Nerazzurri mengalihkan fokus ke Spence dan mendapatkan pemain 26 tahun itu di bawah banderol awal yang diminta Spurs, yakni £38 juta.

Kepindahan ini sekaligus menjawab kebutuhan mendesak Inter di posisi wing-back kanan usai ditinggal Denzel Dumfries yang hengkang ke Real Madrid dengan status bebas transfer.

Spence dianggap sebagai Peningkatan Defensif Dibanding Dumfries

Meski tak akan menggantikan kontribusi serangan Dumfries yang impresif di lini depan, Spence justru dinilai lebih unggul secara defensif. Kemampuannya bermain di kedua sisi sayap juga menjadi nilai plus, memungkinkan pelatih Cristian Chivu untuk memakainya sebagai pelapis Federico Dimarco di kiri.

Penampilan Spence di Piala Dunia 2026 menjadi katalis utama ketertarikan Inter. Ia tampil solid dalam delapan laga Inggris di Amerika Utara, termasuk aksi tekel seluncur penyelamatan di detik-detik akhir semifinal melawan Argentina yang viral di media sosial.

Keputusan Tottenham Jual Spence Dianggap Keliru

Di sisi lain, kebijakan Tottenham melepas Spence menuai sorotan tajam. Goal menilai klub London Utara itu gagal memaksimalkan nilai jual pemain yang kontraknya masih tersisa tiga tahun dan sedang berada di puncak performa.

Kritik juga dialamatkan kepada pelatih Roberto De Zerbi yang hampir merombak total lini belakang Spurs. Kepergian Spence terjadi setelah ia sempat dipinjamkan ke Rennes, Leeds, dan Genoa pada masa-masa awal kariernya di Tottenham, serta sempat dicap sebagai 'rekrutan klub' oleh Antonio Conte.

Petualangan Baru Spence di San Siro

Bagi Spence, kepindahan ini menjadi pembuktian setelah melalui empat tahun penuh pasang surut di London Utara. Ia kini bergabung dengan klub yang akan kembali difavoritkan mempertahankan gelar Scudetto dan berlaga di Liga Champions.

Inter sebelumnya juga merekrut rekan setim Spence di timnas Inggris, John Stones, pada awal bursa transfer. Kehadiran Stones diharapkan mempercepat adaptasi Spence di San Siro.

Meski Spurs telah merekrut Andy Robertson dengan status bebas transfer dan masih memiliki Pedro Porro serta Destiny Udogie, banyak penggemar menilai Spence adalah opsi yang lebih baik dari ketiganya. Keputusan ini pun disebut sebagai salah satu bisnis transfer paling membingungkan Tottenham pada musim panas ini.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: goal.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top