SEMARANG — Atmosfer nobar laga Soekarno Cup 2026 di DPC PDIP Kabupaten Semarang disebut warga tak beda jauh dengan menonton Piala Dunia. Puluhan penonton yang hadir di aula kantor partai di Kecamatan Bawen itu pulang dengan membawa hadiah undian.
Salah satu warga yang merasakan kemeriahan itu adalah Yunawan Putranto, warga Gempol, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Ia mengaku awalnya hanya berniat datang untuk mendukung perjuangan skuad Banteng Jawa Tengah, namun berakhir dengan membawa pulang doorprize menarik.
“Niatnya bisa ramai-ramai mendukung perjuangan skuad Banteng Jawa Tengah di Soekarno Cup 2026. Eh, pulangnya banyak yang bawa hadiah menarik,” ungkapnya, Sabtu malam.
Kesan serasa nobar Piala Dunia diakui Iput, sapaan akrabnya, karena panitia menyediakan monitor videotron berukuran besar. Penonton juga dimanjakan dengan aneka makanan dan camilan gratis selama pertandingan berlangsung.
“Nobar Soekarno Cup serasa nobar Piala Dunia. Banyak doorprize, pakai monitor videotron besar, bisa menikmati makan dan aneka camilan gratis,” tuturnya.
Ketua Wilayah Rumah Juang Mochamad Herviano Kabupaten Semarang-Kota Salatiga, Lucky Khoirul Umam, menjelaskan acara ini digelar di aula kantor DPC PDIP Kabupaten Semarang sesuai surat edaran DPP PDIP. Soekarno Cup sendiri merupakan kegiatan yang diinisiasi Prananda Prabowo dalam rangka Bulan Bung Karno sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Menurut Lucky, nobar ini bertujuan menjaga kekompakan dan mempererat struktural PDIP di Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Jawa Tengah. Ia berharap kegiatan serupa mampu menarik minat generasi muda untuk bergabung dengan partai.
“Sehingga PDIP akan semakin solid, terus maju dan berkembang serta mampu menjaring kader muda lebih banyak lagi di Jawa Tengah ini,” tambah Lucky.
Mewakili Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang, M. Gunawan Tri Rahmadi menekankan bahwa Soekarno Cup bukan sekadar ajang kompetisi sepakbola. Turnamen ini menjadi sarana untuk memupuk semangat sportivitas antar daerah.
“Namun yang harus terus dilestarikan dan diteladani adalah api semangat yang dinyalakan Bung Karno, untuk kemajuan dan kejayaan Banteng Jawa Tengah,” tegasnya.