SEMARANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang merilis prakiraan cuaca untuk periode Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB hingga Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Kondisi umum wilayah Jawa Tengah diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan suhu udara berkisar antara 14 hingga 30 derajat Celsius.
Forecaster On Duty BMKG Ahmad Yani, Agus Triyono, menyampaikan imbauan khusus terkait musim kemarau yang masih berlangsung. Masyarakat diminta mewaspadai potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan.
"Umumnya cerah berawan – berawan. Waspadai potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau," tulis BMKG dalam rilis resminya.
Kelembapan udara di Jawa Tengah pada periode tersebut diprakirakan berada di rentang 75 hingga 95 persen. Angin umumnya bertiup dari arah Timur Laut hingga Barat Daya dengan kecepatan 03 sampai 20 kilometer per jam.
Kota-kota di dataran tinggi menjadi wilayah dengan suhu terendah. Wonosobo dan Banjarnegara diprakirakan mengalami kondisi berawan dengan suhu mencapai 14 hingga 19 derajat Celsius.
Sementara itu, kota-kota di pesisir dan dataran rendah seperti Cilacap, Kebumen, Purworejo, Sragen, dan Grobogan diprakirakan cerah berawan dengan suhu lebih hangat, yakni 22 hingga 30 derajat Celsius.
BMKG juga merilis rincian prakiraan cuaca untuk beberapa kota besar di Jawa Tengah. Kota Semarang diprakirakan berawan dengan suhu 23 hingga 29 derajat Celsius dan kelembapan 70 sampai 85 persen.
Berikut rincian prakiraan cuaca di sejumlah kota lainnya:
Untuk wilayah perairan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di Perairan Utara Jawa Tengah berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter. Adapun Perairan Selatan Jawa Tengah diprakirakan memiliki gelombang setinggi 1,25 sampai 2,5 meter.
Berdasarkan pantauan citra satelit Himawari-9 pada pukul 17.30 WIB, kondisi di Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani Semarang tercatat cerah berawan dengan suhu 29,4 derajat Celsius dan kelembapan 75 persen. Angin bertiup dari arah Barat Laut dengan kecepatan 10 kilometer per jam.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan, untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di laut mengingat potensi gelombang yang cukup tinggi tersebut.