Kemensos Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 7.973 Warga Pangandaran yang Terdampak Kekeringan

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:23:31 WIB
Petugas Kemensos menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Pangandaran yang terdampak kekeringan.

JAWA TENGAH — Kementerian Sosial memastikan penyaluran air bersih di Pangandaran berlangsung terus-menerus menyusul meluasnya kekeringan yang melanda permukiman warga. Bantuan ini menyasar ribuan jiwa yang tersebar di beberapa desa yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Prioritas Distribusi ke Wilayah dengan Krisis Air Terparah

Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos menurunkan armada tangki air untuk menjangkau titik-titik pengungsian dan permukiman yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air. Pendistribusian difokuskan pada daerah dengan indeks kekeringan tertinggi terlebih dahulu.

Petugas lapangan turut melakukan pendataan ulang untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dari jangkauan bantuan. Logistik air bersih dijadwalkan beroperasi setiap hari hingga kondisi sumber air di lokasi kembali pulih.

Respons Cepat atas Laporan Kekeringan dari Pemerintah Daerah

Penyaluran ini merupakan tindak lanjut dari laporan Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang menyatakan status tanggap darurat kekeringan di sejumlah kecamatan. Kemensos merespons dengan mengerahkan bantuan yang dibutuhkan paling mendesak, yaitu air bersih untuk konsumsi dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Koordinasi dengan Dinas Sosial setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dilakukan untuk memastikan distribusi tepat sasaran. Selain air bersih, pendampingan sosial juga diberikan kepada keluarga rentan seperti lansia dan balita yang terdampak.

Bantuan Berkelanjutan Hingga Musim Hujan Tiba

Kemensos menyatakan akan terus memantau perkembangan kekeringan di Pangandaran. Jika debit air di sumber-sumber alami belum pulih, pengiriman tangki air akan diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan.

Warga diimbau menggunakan air bersih secara efisien selama masa tanggap darurat ini. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan langkah antisipasi jangka menengah, seperti normalisasi embung atau pembuatan sumur bor baru, untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top