JAWA TENGAH — Xiaomi Pad 7 Pro hadir dengan klaim sebagai perangkat kerja portabel untuk para editor video dan desainer grafis. Kami menguji tablet ini selama beberapa hari untuk menjalankan aplikasi berat seperti Adobe Lightroom, CapCut, dan Canva secara bergantian, bukan sekadar membaca spesifikasi dari kertas.
Alih-alih membahas semua varian, fokus utama kami adalah konfigurasi RAM 12 GB dengan storage 512 GB yang menjadi sorotan utama di kelasnya.
Chipset Snapdragon kelas flagship yang tertanam di dalamnya memang menjadi andalan utama. Dalam pengujian kami, membuka proyek video 4K dengan banyak layer di timeline CapCut terasa responsif. Proses ekspor video 4K berdurasi 3 menit berjalan lebih cepat dibandingkan tablet lain di rentang harga yang sama, meski kami tidak mengukur angka pastinya secara ilmiah.
Yang lebih penting adalah kemampuan multitasking-nya. Berpindah dari Adobe Lightroom yang sedang memproses foto RAW ke aplikasi email dan browser tidak membuat aplikasi sebelumnya tertutup paksa atau memuat ulang dari awal. RAM 12 GB terbukti mampu menahan banyak aplikasi berat tetap aktif di latar belakang.
Layar dengan refresh rate hingga 144 Hz memberikan pengalaman visual yang halus, terutama saat menelusuri (scrolling) timeline video yang panjang atau melakukan zoom pada kanvas desain. Tidak ada efek ghosting atau lag yang mengganggu saat gestur multi-jari digunakan untuk menggeser objek di aplikasi desain.
Kualitas panelnya juga cukup akurat untuk kebutuhan editing warna dasar. Meski bukan kelas referensi, reproduksi warnanya terlihat natural dan tidak terlalu jenuh, yang penting untuk memastikan hasil desain tidak melenceng jauh saat dilihat di perangkat lain.
Kapasitas penyimpanan 512 GB adalah salah satu nilai jual utama tablet ini. File video 4K mentah dan file foto RAW berukuran besar bisa disimpan langsung di perangkat tanpa perlu repot membawa hard drive eksternal setiap saat. Ini jelas menguntungkan bagi pekerja lapangan yang sering bepergian.
Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua varian Pad 7 Pro memiliki kapasitas sebesar ini. Pastikan Anda memilih konfigurasi yang tepat, karena ini akan sangat memengaruhi ruang kerja Anda dalam jangka panjang.
Meski performanya impresif, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan sebelum mengeluarkan uang puluhan juta rupiah. Pertama, ekosistem aplikasi Android untuk desain grafis profesional masih belum sekuat iPadOS. Aplikasi seperti Adobe Fresco atau Procreate versi Android memiliki fitur yang lebih terbatas dibandingkan versi iPad-nya.
Kedua, meskipun RAM 12 GB cukup untuk multitasking, manajemen termal saat digunakan untuk rendering video dalam waktu lama perlu diperhatikan. Tablet ini bisa terasa hangat di bagian belakang, dan performa puncaknya mungkin sedikit menurun setelah sesi rendering yang panjang.
Terakhir, aksesori seperti stylus dan keyboard biasanya dijual terpisah. Jika Anda berencana menggunakannya sebagai pengganti laptop, biaya tambahan untuk aksesori ini perlu dimasukkan ke dalam anggaran.
Xiaomi Pad 7 Pro dengan RAM 12 GB adalah pilihan tepat bagi kreator konten yang sudah berada di ekosistem Android dan membutuhkan perangkat portabel untuk editing video 4K dan desain grafis dasar hingga menengah. Ia menawarkan performa dan kapasitas penyimpanan yang sulit ditandingi di rentang harganya.
Namun, jika pekerjaan Anda sangat bergantung pada aplikasi eksklusif seperti Procreate atau Final Cut Pro, atau jika Anda membutuhkan performa rendering yang konsisten tanpa penurunan dalam waktu lama, tablet ini mungkin bukan pilihan terbaik. Untuk kebutuhan tersebut, tablet dengan ekosistem aplikasi yang lebih matang atau bahkan laptop masih menjadi pilihan yang lebih rasional.