JAWA TENGAH — Honda memang tidak terburu-buru di segmen motor listrik. Alih-alih ikut perang harga, pabrikan asal Jepang ini memilih jalur aman dengan mengedepankan standar keselamatan baterai internasional, yaitu sertifikasi UN R136. Ini poin penting yang sering dilewatkan pembeli: baterai yang sudah tersertifikasi UN R136 diuji ketat untuk prosedur keselamatan dan sistem kelistrikan, menjawab kekhawatiran soal risiko kendaraan listrik di tengah cuaca ekstrem atau kondisi jalan yang tidak menentu di Indonesia.
Ketiga model ini tidak saling bersaing, melainkan mengisi segmen yang berbeda. Berikut rincian harga dan target pasarnya:
ICON e: adalah motor listrik paling rasional dari trio ini. Dengan harga Rp28 juta, Anda mendapatkan motor dengan tenaga maksimal 1,81 kW dan torsi 85 Nm. Angka torsi ini cukup besar untuk ukuran motor listrik entry-level, membuat akselerasi dari posisi berhenti terasa responsif di tengah kemacetan.
Jarak tempuhnya diklaim mencapai 53 kilometer berdasarkan pengujian WMTC Mode. Ini angka yang jujur untuk penggunaan harian, tapi perlu dicatat bahwa jarak tersebut akan berkurang drastis jika Anda sering membawa beban berat atau melaju di kecepatan tinggi. Keunggulan utama ICON e: ada di kepraktisan: baterai bisa diisi langsung di motor (direct charge) atau dilepas untuk diisi di dalam ruangan. Bagasi 26 liter juga menjadi nilai jual utama, cukup untuk helm half-face dan barang bawaan harian.
Perbedaan paling mencolok antara ICON e: dan CUV e: ada di sisi fitur dan performa. CUV e: yang dibanderol hampir dua kali lipat harga ICON hadir dengan konektivitas ponsel pintar melalui sistem RoadSync Duo. Fitur ini memungkinkan pengendara melihat notifikasi, navigasi, dan kontrol musik langsung dari panel instrumen — sesuatu yang tidak dimiliki ICON e: yang tampil lebih sederhana dan fungsional.
Untuk urusan performa, CUV e: jelas unggul karena dirancang untuk perjalanan lintas kota yang lebih jauh. Namun, bahan tidak memberikan angka spesifik soal tenaga dan jarak tempuh CUV e: maupun EM1 e:. Yang bisa dipastikan, ketiganya sama-sama mengusung baterai dengan standar UN R136, jadi soal keamanan, tidak ada yang perlu diragukan.
Tidak ada produk yang sempurna, dan motor listrik Honda punya beberapa catatan penting:
Keputusan membeli motor listrik Honda sebaiknya berdasarkan kebutuhan harian Anda, bukan sekadar tren. ICON e: adalah pilihan paling masuk akal untuk mereka yang butuh kendaraan kedua untuk jarak dekat — misalnya ke pasar, kantor yang jaraknya di bawah 10 km, atau sekadar nongkrong di sekitar kompleks. Dengan harga Rp28 juta, Anda mendapatkan motor listrik dari merek besar dengan jaringan dealer luas, dan ini nilai jual yang tidak dimiliki merek China yang lebih murah.
Namun, jika jarak tempuh harian Anda di atas 30 km, motor listrik Honda — terutama ICON e: — bukan pilihan yang tepat. Anda akan lebih tenang dengan motor bensin atau motor listrik lain yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh di kelas harga yang sama. CUV e: baru layak dipertimbangkan jika Anda memang menginginkan fitur konektivitas premium dan tidak masalah dengan budget Rp59 juta untuk motor listrik.