IHSG Ambruk 0,89% ke 6.130, Sektor Properti Paling Babak Belur dengan Pelemahan 3,25%

Penulis: Oki Setiawan  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 09:07:21 WIB
IHSG ditutup melemah 0,89% ke level 6.130 pada perdagangan hari ini.

JAWA TENGAH — Berdasarkan data RTI Business, sebanyak 360 saham ditutup melemah, 265 saham menguat, dan 172 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi hari ini tercatat sebesar Rp10,92 triliun dengan volume perdagangan mencapai 25,46 miliar lembar saham dari 1,68 juta kali frekuensi transaksi.

Sektor Properti Terjun Bebas, Konsumen Primer Jadi Satu-satunya Penopang

Sektor properti menjadi juru kunci setelah ambles 3,25%—penurunan terdalam di antara sektor lainnya. Pelemahan ini menyeret sektor energi yang juga jeblok 1,75%, disusul sektor industri yang turun 1%.

Di sisi lain, sektor barang konsumen primer menjadi satu-satunya sektor yang mampu menguat, naik tipis 0,52%. Sektor teknologi dan keuangan masing-masing melemah 0,88% dan 0,85%, sementara infrastruktur terkoreksi 0,76%.

Berikut rincian lengkap pergerakan indeks sektoral IDX-IC pada penutupan perdagangan hari ini:

  • Barang konsumen primer: +0,52%
  • Barang konsumen non-primer: -0,34%
  • Barang baku: -0,53%
  • Kesehatan: -0,63%
  • Transportasi dan logistik: -0,74%
  • Infrastruktur: -0,76%
  • Keuangan: -0,85%
  • Teknologi: -0,88%
  • Industri: -1%
  • Energi: -1,75%
  • Properti: -3,25%

KOBX Terbang 33%, MPRO Anjlok Hampir 15%

Di tengah pelemahan pasar, saham PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) menjadi top gainer setelah melesat 33,78%. Disusul saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang naik 24,73% dan PT Delta Wira Guna Tbk (DWGL) yang menguat 24,35%.

Sebaliknya, saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menjadi top loser setelah anjlok 14,90%. Saham PT Kedaton Teknologi Tbk (KDTN) juga terpangkas 14,89%, dan PT DMMX Tbk (DMMX) melemah 12,50%.

Tekanan Jual Meluas, Investor Wait and See

Pelemahan IHSG hari ini memperpanjang tren negatif dari perdagangan sebelumnya. Pada Senin (27/7), pasar sudah mencatat koreksi dengan sektor infrastruktur sebagai yang paling lesu. Pola ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi, terutama di sektor siklikal seperti properti dan energi yang sensitif terhadap sentimen makro.

Dengan hanya satu sektor yang mampu bertahan, pasar tampak masih mencerna berbagai sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati pergerakan saham-saham defensif di tengah volatilitas yang masih tinggi.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top