JAWA TENGAH — Harga BBM di semua operator SPBU Pertamina mengacu pada penyesuaian yang berlaku sejak awal Juli 2026. Hingga Sabtu (25/7), tidak ada perubahan harga baik untuk Pertalite, Pertamax, Solar, maupun Dex Series. Stabilitas ini memberikan kepastian bagi pengendara yang selama ini waswas dengan potensi kenaikan akibat gejolak harga minyak global.
Minyak mentah dunia bergerak melemah pada Jumat (24/7) waktu setempat. Pelemahan ini terjadi setelah harga mencatat reli lebih dari 25 persen dalam dua pekan terakhir. Pasar masih dibayangi risiko gangguan pasokan akibat konflik yang terus meningkat di Timur Tengah, sehingga volatilitas diperkirakan masih akan berlanjut.
Koreksi harga minyak ini menjadi angin segar bagi pemerintahan yang sebelumnya harus mengelola tekanan fiskal akibat lonjakan harga energi. Namun, pemerintah tetap waspada terhadap potensi gejolak jangka pendek.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di tengah kenaikan harga minyak mentah global. Ia mengakui ruang fiskal menjadi lebih terbatas setelah harga minyak pulih, namun pemerintah tidak serta-merta menyesuaikan harga BBM dalam negeri.
"Kami terus memonitor dinamika harga minyak dan dampaknya terhadap subsidi energi. Untuk saat ini, APBN masih mampu menahan tambahan beban," ujar Purbaya dalam pernyataan resmi yang dikutip Sabtu (25/7).
Stabilitas harga BBM berarti biaya pengisian bahan bakar harian bagi pemilik motor dan mobil tidak berubah sejak awal Juli. Ini penting mengingat sektor transportasi menjadi salah satu yang paling terpengaruh oleh fluktuasi harga energi.
Namun, pengendara disarankan tetap memantau pengumuman resmi Pertamina. Jika harga minyak dunia kembali merangkak naik dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin penyesuaian harga BBM akan dilakukan pada periode berikutnya. Untuk saat ini, kepastian harga setidaknya memberikan jeda bagi konsumen untuk merencanakan pengeluaran.