KAI dan Kemenhub Beri Lampu Hijau Perpanjangan Prameks hingga Kebumen-Gombong, Setengah Penumpang dari Wilayah Ini

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:18:31 WIB

JAKARTA — Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan lampu hijau untuk perpanjangan rute Commuter Line Prameks dari Stasiun Kutoarjo hingga Stasiun Kebumen dan Stasiun Gombong. Keputusan ini diambil setelah Pemkab Kebumen menggelar audiensi dengan Direktur Komersial PT KAI, Direktur Utama KAI Commuter, serta Dirjen Perkeretaapian Kemenhub pada 21–22 Juli 2026.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan, mayoritas penumpang Prameks yang berangkat dari Kutoarjo ternyata warga Kebumen. “Data kami menunjukkan 40 hingga 50 persen penumpang Prameks di Stasiun Kutoarjo berasal dari Kebumen. Mereka kebanyakan mahasiswa, pekerja, dan pelaku UMKM yang harus keluar biaya tambahan untuk sampai ke stasiun,” ujarnya dalam audiensi di Bandung.

Setengah Penumpang Prameks dari Kebumen, Infrastruktur Siap

Menurut data yang dipaparkan Pemkab Kebumen, tingginya angka tersebut menunjukkan kebutuhan mendesak akan layanan kereta komuter langsung dari wilayah selatan Jawa Tengah. Jalur kereta dari Kebumen hingga Gombong sudah menggunakan rel ganda (double track), peron tinggi, dan stasiun di lokasi strategis. Infrastruktur ini dinilai siap mendukung perpanjangan rute tanpa perlu pembangunan besar-besaran.

Respons KAI: Siap Dukung, Tunggu Koordinasi Teknis

Direktur Komersial PT KAI Dendy Kurniawan bersama Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi menyambut positif inisiatif Pemkab Kebumen. “Kami selaku BUMN tentu siap mendukung. Untuk teknisnya kami akan koordinasikan juga dengan Kemenhub dan DJKA,” kata Dendy dalam pertemuan di Kantor Pusat KAI, Bandung.

Pihak KAI berkomitmen mempercepat pembahasan teknis, termasuk jadwal operasional dan penyesuaian tarif. “Terkait tarif, tentu akan kami hitung dengan baik bersama KAI agar tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegas Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Ir. Allan Tandiono saat menerima rombongan di Jakarta.

Okupansi Tinggi, DJKA Minta Segera Diperpanjang

Allan Tandiono menilai usulan perpanjangan rute sangat realistis. “Kalau saya lihat data, itu bukan hal yang sulit untuk diputuskan, segera diperpanjang. Okupansi sangat baik dan kami dukung penuh,” ujarnya. Namun, ia mencatat tantangan berupa keterbatasan sarana. Tingkat okupansi Prameks pada musim liburan kerap melampaui 150 persen.

Sebagai tindak lanjut, Kemenhub bersama PT KAI akan melakukan kajian teknis penambahan rangkaian kereta serta evaluasi operasional hingga Stasiun Gombong. Dirjen Perkeretaapian menginstruksikan PT KAI, KAI Commuter, dan Pemkab Kebumen segera menggelar rapat teknis lanjutan untuk mempercepat proses.

Tindak Lanjut: Rapat Teknis dan Verifikasi Perlintasan

Selain perpanjangan rute, Pemkab Kebumen juga menyampaikan aspirasi pembukaan kembali perlintasan sebidang Mekarsari (JPL 583) yang sempat ditutup pasca kecelakaan. Dirjen Perkeretaapian meminta Pemkab segera berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Semarang dan Daop 5 Purwokerto untuk melengkapi verifikasi lapangan dan memenuhi persyaratan keselamatan sesuai regulasi.

Dengan adanya lampu hijau ini, warga Kebumen kini tinggal menunggu realisasi jadwal operasional. Harapan untuk menekan biaya transportasi dan memperkuat akses pendidikan serta ekonomi ke Yogyakarta pun semakin dekat.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: kebumen24.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top